5 Alasan Kenapa Barang Hilang Di Jepang Hampir Pasti Kembali

Kehilangan barang adalah hal yang tidak diinginkan bagi setiap orang, apalagi jika barang yang hilang adalah barang yang sangat berharga, pasti akan bikin stress sampai ngga bisa tidur kerena mikirin “kira kira dimana ya barang berhargaku yang hilang…”. Tapi, kalau barang kita hilang di Jepang, ngga usah terlalu khawatir deh, karena kemungkinan besar pasti akan kembali kepada pemiliknya. Kok bisa ya ? kenapa ya di Jepang bisa ada tradisi seperti itu ?, mau tau alasannya? simak artikel ini sampai selesai yaa…

Berikut ini adalah 5 alasan kenapa kalau ada barang hilang di Jepang kemungkinan besar akan ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya :

1. Jepang memiliki banyak pos polisi

Per tahun 2006 Jepang memiliki kurang lebih 6.362 pos polisi dan ada sekitar 48.700 polisi yang bekerja di pos – pos polisi tersebut. Ternyata pos polisi ( Bahasa Jepang : “Koban” ) di Jepang memiliki peran yang sangat penting dalam penanganan kasus barang hilang. Lalu, apa peran polisi dalam kasus ini ?

Masyarakat Jepang sejak kecil sudah dilatih orang tua dan gurunya untuk mengembalikan barang yang mereka temukan ke pos polisi, begitu pula jika mereka kehilangan barang, mereka juga harus melaporkannya ke pos polisi.

Hal ini adalah salah satu dari beberapa alasan yang membuat pos polisi memiliki peran yang sangat penting dalam penanganan kasus barang hilang di Jepang

2. Rendahnya angka kriminalitas

Rendahnya angka kriminalitas di Jepang juga menjadi salah satu alasan mengapa barang hilang di Jepang kemungkinan besar akan kembali kepada pemiliknya. Mengapa demikian ?

Karena dengan rendahnya angka kriminalitas, polisi bisa memiliki banyak waktu untuk menangani kasus barang hilang, karena berdasarkan data yang ada, dalam 1 tahun terdapat sekitar 26 juta barang hilang yang dikembalikan ke pos polisi.

3. Ajaran Otentosama

Adanya ajaran otentosama juga menjadi alasan kenapa barang hilang di Jepang hampir pasti dikembalikan kepada pemiliknya. Apa itu ajaran Otentosama?

Otentosama dalam bahasa jepang artinya matahari, ajaran otentosama ini menjadi salah satu ajaran yang diajarkan kepada orang jepang sejak kecil, kurang lebih isi ajarannya adalah seperti ini :

“Walaupun tidak ada manusia yang melihat kalian melakukan hal buruk, matahari mengetahui dan menyaksikan segala hal yang kalian lakukan”

Ajaran ini tertanam dalam diri orang Jepang sejak kecil, oleh karena itulah mereka takut untuk melakukan hal hal yang buruk.

4. Tingginya rasa kebersamaan

Jepang menganut system budaya kolektivisme, sehingga rasa kebersamaan mereka sangat tinggi.

Setiap mereka menemukan barang, pasti selalu di serahkan ke pos polisi terdekat, karena mereka memiliki rasa empati yang tinggi. Mereka membayangkan bagaimana rasanya jika mereka kehilangan barang.

5. Terdapat hukum yang mengatur barang hilang

Dan alasan ke lima yang membuat barang hilang di Jepang hampir pasti dikembalikan kepada pemiliknya yaitu karena adanya hukum yang mengatur tentang persoalan ini. Peraturannya adalah sebagai berikut :

• Penemu barang hilang akan menjadi pemilik baru barang hilang tersebut apabila barang tersebut tidak diambil oleh pemiliknya setelah 3 bulan
• Pemilik barang wajib memberikan upah 5% – 20% dari nilai barang hilang tersebut kepada penemunya.

Peraturan itulah yang membuat orang jepang berani mengembalikan barang yang mereka temukan ke pos polisi terdekat, karena mereka malah diuntungkan atas kebaikan yang mereka lakukan.

Jadi itulah 5 alasan kenapa barang hilang di Jepang kemungkinan besar akan dikembalikan kepada pemiliknya. Kira kira apakah Indonesia bisa meniru Jepang dalam hal ini? Bagaimana pendapat kalian ? Tuliskan di kolom komentar yaa..

Sumber

Leave a Reply