Babi Beruntung Menjadi Penolong Lolos dari Maling

Cerita berawal dari suami istri di malam hari, lelah dan bersiap-siap tidur. Lampu dimatikan dan akhirnya semua gelap gulita. Tinggal di rumah yang sekitar dikelilingi pepohonan besar.

Suasana sunyi, dingin dan terasa mencekam. Seharusnya kedinginan ya. Hening, serasa tidak ada mahluk hidup ataupun tidak ada tanda-tanda kehidupan kecuali suami istri ini.

Karena terasa lelah karena beraktivitas seharian bahkan 1/4 malam akhirnya mereka memutuskan untuk tidur.

Bang, kita bobo yuk. Kan tadi udah capek dari pagi sampai sore nyangkul mulu. Malamnya mancing. Pasti lelah donk.

Oh iya. Yuk bubuk, dik. Abang memang capek banget, dari sore sampai malam mancing gak dapat dapat ikannya. Yang ada airnya doang yang dapat, jadi basah deh.

Akhirnya mereka memutuskan tidur. Dalam setengah tidur, terdengarlah suara grusuk dari dalam rumah. Bangunlah sang istri. Bang, itu bunyi apa ya?

Lalu dengan mata sebelah tertutup ( apaan tuh!!!), sang suami menjawab. Mungkin tikus kali, dik. Biasa itu kalau malam, tikus suka cari makan kalau udah gelap. Beda dengan tikus kantoran, makannya terang-terangan.

Oh gitu ya, bang. Ayuk ah bobo lagi.

Selang 10 menit, bunyi lagi suara grusuk dari dalam rumah. Sang istri gak bisa tidur jadinya, lalu bangunkan suaminya. Bang, ada suara lagi. Suara apa sih itu?

Sontak suaminya bangun karena gak biasanya istri kayak gini. Masa sampai dibangunkan 2 kali loh. Biasanya kalau bangun 2 kali, berarti gagal proyek. Lalu menjawab, ah itu mungkin kucing kali, yank. Yuk bubuk lagi.

Tapi masa kucing gak ada suaranya, kata istrinya. Apa benar itu kucing? Bukan malu-malu kucing kan.

Lah, dari tadi abang terus terang, dik. Sudahlah, sayang. Mari kita bubuk lagi.

Sebenarnya suami istri itu kedatangan tamu gak diundang. Bukan datang bulan. Yakni maling. Maling sepertinya kurang profesional, jadi bikin suara gaduh 2 kali. Tapi yakinlah, pasti si maling bukan suara gaduh sampai 3 kali.

Lalu suami istri ini kembali bobo lagi. Selang 10 menit lagi, berbunyi lagi suara kursi, seperti orang terantuk ke kaki kursi.

Sang istri jadi kaget bukan kepalang. Langsung segera membangunkan suaminya. Bang, itu apa. Suaranya gede banget. Aku jadi takut.

Mendengar suara kaget istrinya, suami langsung bangun dan merasa jengkel. Ah babi nya itu, dik. Benar-benar babi itu tadi.

Mendengar suami berkata babi 2 kali, si maling merasa dirinya ketahuan. Malingnya jadi emosi lalu berkata. Kau lah babi. Gak jadilah aku maling rumahmu. Kau katain aku pula babi. Yang kau pikir aku seekor babi? Pulanglah aku.

Buummm, itulah tadi suara pintu yang di banting si maling karena emosi lantai 100. Dan suami istri jadi heran nyaris menari. Kok bisa ada maling sensitif ya. Kali lagi dapet ya atau belum makan vitamin.

Setelah itu, suami istri menjadi tenang dan lega. Melanjutkan tidurpun menjadi lancar sampai keesokan paginya.

Itulah tadi cerita babi yang menyelamatkan harta benda suami istri ini. Menjadi penolong di gelap gulita. Padahal baru menyebutkan nama saja, maling sudah marah dan langsung pergi.

Share on:

Leave a Comment