By | January 4, 2021
Benarkah Virus Corona Tidak Bisa Dicegah?

Benarkah Virus Corona Tidak Bisa Dicegah? Belakangan ini virus corona sudah menyita perhatian publik seakan-akan corona virus mengancam kehidupan kita bahkan dunia.  Apa sebenarnya corona virus ? corona virus atau COVID-19 adalah jenis virus baru yang belum teridentifikasi sebelumnya pada manusia.

Baca juga : Perkembangan virus corona di Indonesia

Benarkah Virus Corona Tidak Bisa Dicegah?
Fakta Virus Corona dan Pencegahannya

Berdasarkan dari data WHO pada tanggal 02 Maret 2020 total kasus corona virus atau COVID-19 telah dikonfirmasi secara global  per tanggal 01 Maret yaitu 87.137 kasus dengan 79.968 kasus dilaporkan dari China  dan angka kematian 2.977 kasus secara global dengan 2.873 dilaporkan dari China.

Penyebaran corona virus sudah terjadi pada 53 Negara selain China yang mencapai 6.009 kasus dengan angka kematian 86 yang terjadi di 6 Negara, diantaranya Filiphina, Jepang, Korea, Prancis, Iran, dan Italia. Sedangkan di negara Indonesia dari 339 yang diperiksa 2 orang dinyatakan positif COVID-19, 2 orang dalam proses pemeiksaan dan 335 orang negatif COVID-19. Penilain resiko menurut WHO tingkan regional dan gobal meningkat sangat tinggi sejak 28 Februari 2020 (Kmenkes RI, 2020).

Corona Virus adalah virus yang awalnya diduga ditularkan dari hewan ke manusia. Seperti halnya SARS yang ditularkan dari monyet ke manusia dan MERS yang ditularkan melalu unta. Namun ternyata akhir-akhir ini diketahui dapat ditularkan antara manusia ke manusia.

Penularan virus coroa atau Covid-19 dapat melalui media pernafasan seperti, terhirupnya percikan ludah dari batuk ataupun bersin penderita virus corona. Selain itu, dapat juga tertular dngan tanpa sengaja memegang mulut atau hidung setelak kontak dengam benda yang terkontaminasi air liur penderita corona virus serta penularan juga dapat terjadi melalui kontak fisik dengan penderita.

Bagaimana tanda dan gejala infeksi corona virus?

Infeksi yang disebabkan oleh virus corona atau Covid-19 dapat menunjukkan tanda dan gejala yang umum terjadi, seperti gejala pernafasan yaitu demam, flu, batuk, nyeri tenggorokan, sesak nafas bahkan kesulitan bernafas. Adapun manifestasi klinis yang dapat terjadi pada kasus ini seperti pnemonia, sindrom pernafasan akut, gagal ginjal, acute cardiac injury, hingga kematian. Berdasarkan penelitian tanda dan gejala tersebut dapat muncul kisaran waktu antara 2 hingga 14 hari setelah pasien terpapar virus corona.

Bagaimana farmakologi dan non-farmakologi infeksi corona virus ?

Terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi serangan corona virus dapat dilakukan secara farmakolgi dan non-farmakologi. Terapi farmakologi yang dapat digunakan menurut National Medical Products Administration Of China adalah jenis anti virus favilavir yang direkomendasikan untuk terapi corona virus. Favilavir menunjukkan efikasi dalam pola penanganan penyakit corona dengan efek samping yang minimal (percoban ini dilakukan pada 70 pasien di Shenzhen.

Sedangkan studi yang dilakukan oleh NIH (US National Institutes Of Health) menyataan bahwa remdesivil dapat mencegah kasus MERS-CoV yang merupakan jenis corona virus pada moyet. Sedangkan vaksin untuk corona virus akan dilakukan percobaan pada april 2020.

Terapi nonfarmakologi yang dapat dilakukan oleh pasien yang terinfeksi corona virus atau Covid-19 dapat dilakukan dengan cara sebagai berkut :

  • Menganjurkan penderita corona virus untuk mandi menggunakan air hangat
  • Menganjurkan penderita corona virus untuk istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita corona vrus untuk tidak keluar rumah, guna untuk menceah penyebaran viru yang lebih luas
  • Menganjurkan penderita corona virus untuk meminum banyak ar putih agar menjaga  kadar cairan tubuh tetap seimbang

Apakah Hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Mencegah penularan Corona Virus?

Untuk mencegah penuaran virus corona dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Ketika flu dan batuk tutup hidung dan mulut dengan tisu lalu membuangnya ketempat sampat serta gunakan masker apabila beraktifitas keluar ruangan
  • Rutin mencuci tangan dengan air bersih dan sabun setelah bereaktivitas diluar ruangan
  • Gunakan masker saat bereaktivitas diluar ruangan
  • Buang masker setalah terasa kotor
  • Hindari menyentuh mulut, hidung sebelum mencuci tangan
  • Hindari kontak fisik atau berdekatan dengan oang yang sedang sakit
  • Jaga kebersihan lingkungan dan benda- benda disekeliling kita
  • Jangan berbagi makanan, alat makanan dan handuk denga orang lain
  • Hindari menyentuh wajah dan wajah orang lain

Leave a Reply