Finansial

Tips Sukses Bermain Saham Untuk Pemula Agar Cepat Untung

Bermain saham sudah menjadi hal yang tidak asing lagi di telinga semua orang terutama kaum milenial yang selalu mengikuti trend. Menurut bareksa.com per 29 Desember 2020, jumlah investor di pasar modal Indonesia ada 3,8 juta orang, dan naik menjadi 4,2 juta per 31 Januari 2021.

Data tersebut menunjukkan pertumbuhan daya minat orang-orang di Indonesia, untuk terjun ke dalam dunia bermain saham dengan berbagai tujuan.

Secara umum, orang membeli saham dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan baik dalam jangka waktu yang pendek maupun panjang.

4 Tips Bermain Saham Untuk Pemula Agar Cepat Untung

Nah, berikut ini adalah beberapa tips untuk kalian, yang baru mau memulai untuk membeli saham, supaya bisa mendapatkan keuntungan alias cuan yang maksimal.

1. Memilih sekuritas saham yang tepat

Sekuritas saham merupakan tempat terjadinya transaksi jual-beli saham. Setiap orang, yang ingin melakukan jual-beli saham, harus membuka akun di suatu sekuritas saham terlebih dahulu.

Sekuritas sama halnya seperti supermarket, yang menjual berbagai produk dari produsen, untuk dijual kembali kepada konsumen.

Mencari sekuritas yang tepat akan menentukan kesuksesan investor saham, saat terjun ke pasar modal. Sekuritas sama seperti bank, yang memiliki kewajiban melindungi hak-hak nasabahnya, dan juga modal atau uang yang dititipkan harus dapat dipertanggungjawabkan.

A. Sekuritas sudah terdaftar di OJK

Sekuritas harus berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mengawasi kinerja sekuritas tersebut. Untuk mengecek sekuritas mana saja, yang sudah terdaftar di OJK.

Kalian bisa langsung mengeceknya melalui situs yuknabungsaham.idx.co.id.

B. Setoran awal untuk membuka rekening

Setiap sekuritas menetapkan jumlah setoran awal, untuk membuka rekening dana investor yang berbeda-beda.

Saat ini, kebanyakan sekuritas memberikan kebebasan jumlah setoran modal di awal, sehingga tidak ada ketentuan setoran minimum untuk investor.

Kalian dapat mengecek terlebih dahulu, berapa saja jumlah setoran awal diperlukan, dan sesuaikan dengan modal yang kalian miliki, untuk membuka rekening saham.

C. Rekening dana investor di bank yang sama dengan rekening pribadi

Rekening dana investor ini, merupakan rekening untuk menampung semua dana, yang digunakan saat bertransaksi saham.

Sebelum melakukan transaksi saham, rekening dana investor harus ditopup terlebih dahulu, melalui rekening bank pribadi investor.

Jika rekening dana dan rekening dana investor yang sama, maka tidak akan ada pengenaan biaya transaksi.

Jadi, pastikan kalian sudah mengecek terlebih dahulu, rekening dana investor di sekuritas saham kalian. Apakah menyediakan akses untuk transaksi, melalui bank pribadi kalian untuk menghindari biaya transaksinya.

D. Aplikasi saham yang user’s friendly

Ketika melakukan transaksi jual-beli saham melalui sekuritas, kalian akan melakukannya melalui aplikasi sekuritas. Masing-masing sekuritas memiliki aplikasi sahamnya sendiri, dan juga dengan fitur yang berbeda-beda.

Aplikasi saham yang baik adalah aplikasi yang mudah digunakan oleh penggunanya, sehingga tidak mengakibatkan kerugian atau hambatan ketika melakukan transaksi saham.

Kalian dapat mensurvei terlebih dahulu aplikasi saham, dari tiap-tiap sekuritas, dengan cara mendownloadnya melalui Google Playstore, atau Appstore terlebih dahulu dan mencoba fitur demonya.

E. Layanan buka rekening online

Membuka rekening saat ini, dapat dilakukan secara online, dan dengan cara yang sangat mudah.

Layanan ini tidak hanya diterapkan pada sektor bank saja, tapi juga oleh sekuritas-sekuritas saham yang ada saat ini.

Dengan membuka rekening secara online akan jauh lebih praktis, dan menghemat waktu kalian, jadi pastikan untuk memilih sekuritas yang sudah menyediakan layanan ini.

F. Reputasi sekuritas

Sama seperti bank, sekuritas juga memiliki reputasi, yang bisa digunakan untuk menjamin kepuasan nasabahnya.

Sekuritas yang memiliki reputasi yang baik, biasanya juga akan diimbangi oleh adanya tim research, data analisa, kelancaran transaksi, broker yang berpengalaman, aplikasi yang user’s friendly, edukasi saham, hingga kunjungan emiten.

2. Menentukan modal yang tepat

Modal di pasar saham sama seperti modal untuk berbisnis. Jumlah modal yang kalian setorkan di awal, akan menentukan besar kecilnya keuntungan yang bisa diperoleh.

Istilah yang terkenal di pasar saham yaitu “high risk, high return”, harus dipahami terlebih dahulu, sebelum kalian memulai transaksi di pasar modal.

Modal yang besar akan menghasilkan keuntungan yang besar pula dan juga sebaliknya.

Namun, ini bisa terjadi, dengan catatan jika kalian melakukan transaksi jual-beli saham dengan analisa benar, sehingga bisa memperoleh keuntungan ya.

Berapa sih sebaiknya modal untuk main saham?

Sebaiknya, uang yang kalian jadikan modal untuk bermain saham adalah uang yang nganggur, atau uang yang bukan merupakan dana untuk kebutuhan sehari-hari kalian.

Sehingga jika uang tersebut hilangpun tidak membuat kalian kesulitan secara ekonomi.

3. Mengetahui tujuan bermain saham

Seseorang yang membeli saham, pasti memiliki tujuan, yaitu mendapatkan keuntungan. Saham sendiri memberikan keuntungan kepada pemiliknya, dalam bentuk dividen perusahaan dan juga capital gain.

Kedua jenis keuntungan tersebut, dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu, sehingga membutuhkan konsistensi dan disiplin.

Ketika kalian memiliki tujuan yang jelas, untuk apa keuntungan dari saham yang kalian miliki, maka kalian akan menjadi lebih konsisten dan juga disiplin.

Dunia saham ada dua istilah penting yaitu trader dan investor. Pastikan juga kalian tahu apa bedanya investor dan trader, karena keduanya memiliki strategi yang berbeda dalam bermain saham.

Misalnya, jika kalian ingin bermain saham, untuk mencari keuntungan dalam jangka waktu yang singkat yaitu bulanan, mingguan, atau bahkan harian, maka kalian akan lebih cocok menjadi seorang trader.

Jika kalian ingin menanamkan dan mengembangbiakkan uang kalian, untuk beberapa tahun ke depan maka kalian akan lebih cocok menjadi seorang investor.

4. Mau terus belajar dan berlatih

Untuk bisa mendapatkan keuntungan di pasar saham, diperlukan analisa dan juga kemampuan yang baik, dalam menganalisa kondisi perusahaan dan juga pasar.

Selain itu, ada juga beberapa istilah, yang harus kalian ketahui seputar pasar saham seperti kode emiten, IHSG, candlestick, ARA, ARB, dan lain-lain.

Sebagai seorang pemula yang mau bermain saham, kalian harus melengkapi diri dengan ilmu dasar seputar saham.

Sehingga kalian tidak lagi membeli saham karena ikut-ikutan. Ilmu dan skill yang cukup akan meminimalkan kerugian kalian ketika bermain saham.

Banyak-banyaklah berlatih membaca chart, laporan keuangan perusahaan, dan juga berita seputar sektor-sektor industri yang memiliki saham.

Hal ini akan membantu kalian menjadi terbiasa, dengan istilah-istilah asing, dan juga mempertajam insting kalian, dalam menganalisa trend yang sedang terjadi di pasar saham.

Trik Membeli saham Untuk Trader dan Investor

Bagian ini akan membahas bagaimana cara membeli saham, untuk trader dan juga investor. Setelah kalian tahu kalian cocok menjadi yang mana, selanjutnya kalian perlu tahu bagaimana strategi membeli saham yang sesuai, untuk trader dan investor.

Strategi Trader Membeli Saham

Trader adalah seseorang yang melakukan jual-beli saham, untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu yang singkat.

Biasanya, trader terkenal dengan orang yang selalu berada di depan layar monitor sepanjang hari, untuk mengamati pergerakan harga saham.

Ya, ini betul karena trader berorientasi untuk mendapatkan keuntungan, dalam jangka waktu yang singkat bisa bulanan, mingguan, harian, dan bahkan beberapa jam saja.

Seorang trader harus menentukan terlebih dulu, dalam jangka waktu berapa lama ia ingin mendapatkan keuntungan.

Nah, ini akan menentukan strateginya dalam bermain saham, yang meliputi analisa teknikal, pemilihan emiten, dan strategi jual-beli.

Berikut strategi yang harus dikuasai seorang trader untuk membeli saham :

a. Analisa teknikal

Analisa teknikal adalah analisa yang digunakan, untuk menentukan kondisi pasar saham, dengan menggunakan data berupa grafik, data statistik, dan juga rumus tertentu.

Analisa teknikal akan membantu trader dalam menentukan trend pasar saham, dan waktu kapan harus membeli, dan menjual sahamnya.

Analisa teknikal yang paling umum digunakan, adalah melalui analisa chart saham, dengan menggunakan bantuan indikator.

Chart atau grafik saham dapat kalian lihat di tradingview.com (https://id.tradingview.com/), ataupun dari fitur chart yang ada di aplikasi saham sekuritas yang kalian gunakan.

Chart merupakan gambaran mengenai trend atau kondisi pasar saham yang ada. Jika kalian ingin mengamati pasar saham secara keseluruhan, kalian bisa memilih IHSG.

Sedangkan jika kalian hanya ingin mengamati chart dari perusahaan tertentu, kalian bisa memilih chart untuk kode perusahaan yang kalian inginkan.

b. Trend pasar saham

Ada tiga jenis trend dari pasar saham, yaitu bullish, bearish, dan sideways.

  • Bullish yaitu trend yang menunjukkan bahwa sektor atau perusahaan sedang dalam kondisi harganya sedang naik, yang ditunjukkan dengan grafik yang naik dan warnanya hijau atau putih.
  • Bearish adalah kondisi yang menunjukkan sektor atau perusahaan sedang dalam kondisi harganya turun, dan ditunjukkan dengan grafik yang menurun dan warnanya merah atau hitam.
  • Sideways adalah kondisi pasar sedang tidak naik dan juga tidak turun atau stabil.

Bullish trend

Nah, seorang trader biasanya akan memanfaatkan kondisi bullish, untuk beli saham yang ia ingin jual nantinya. Kemudian trader akan menunggu kondisi saat harga sudah mencapai titik tertinggi, dan kemudian turun.

Ciri-ciri chart yang sedang bullish, yaitu titik-titik terendah hari kemarin (L) lebih rendah daripada hari ini (HL) . Berikut ini adalah gambar dari bullish trend.

Bullish trend dalam bermain saham

Bearish trend

Pada kondisi bearish, trader akan melakukan profit taking, yaitu menjual saham-sahamnya yang sudah mendapatkan keuntungan sekian persen.

Saat kondisi bearsih, sebaiknya kalian menjual saham-saham yang dimiliki, untuk menghindari kerugian dari harga saham yang terus menurun sampai titik tertentu.

Ciri-ciri chart yang sedang bearish, yaitu titik-titik tertinggi kemarin (H) lebih tinggi daripada titik-titik tertinggi hari ini (LH).

Bearish trend dalam bermain saham

Sideways trend

Nah, pada kondisi sideways, biasanya trader akan memutuskan untuk hold atau menahan sahamnya yaitu tidak menjual ataupun membeli saham lagi untuk melihat pergerakan grafik selanjutnya.

Ciri-ciri chart sideways yaitu adanya pergerakan harga seperti pantulan bola dalam satu garis sejajar. Tidak ada titik-titik yang lebih tinggi dari titik-titik dalam satu garis yang sama. Berikut ini adalah gambar dari sideways chart.

Sideways trend dalam bermain saham

Namun, meskipun dalam kondisi tidak naik ataupun tidak turun, ada beberapa trader yang bisa mendapatkan profit, karena jeli dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Pastikan kalian benar-benar memantau pergerakan harga, ketika ingin mengambil keuntungan pada saat sideways.

Strategi Investor Membeli Saham

Investor memiliki strategi membeli saham yang sangat berbeda dari seorang trader. Investor lebih menitikberatkan pada analisa fundamental yang baik, dari suatu perusahaan ketika membeli sahamnya daripada hanya berfokus kepada keuntungannya semata.

Berikut strategi yang harus dikuasai investor dalam membeli saham :

a. Memahami Analisis fundamental

Analisis fundamental adalah analisis yang dilakukan untuk menilai kesehatan suatu perusahaan. Kesehatan suatu perusahaan dapat diketahui, dari laporan keuangannya yang terdiri dari pendapatan, laba bersih, hutang, dividen, cashflow, dan lain-lain.

Berbeda dengan seorang trader, yang tidak terlalu mempedulikan laporan keuangan perusahaan.

Jika kalian ingin menjadi seorang investor saham untuk jangka panjang, maka kalian wajib memahami tingkat pertumbuhan laba, hutang, dan valuasi suatu perusahaan.

b. Mengetahui Laporan Keuangan Perusahaan

Seorang investor, biasanya akan memperhatikan beberapa aspek penting di dalam laporan keuangan perusahaan, untuk menentukan apakah fundamentalnya bagus.

Beberapa rasio penting dalam fundamental perusahaan yang harus dicermati oleh investor yaitu

  • Return of Equity (ROE) adalah tingkat pengembalian modal suatu perusahaan. Semakin tinggi nilainya, semakin baik perusahaan tersebut untuk diinvestasi.
  • Earning Per Share (EPS) adalah tolak ukur tingkat keuntungan per lembar saham. Semakin tinggi semakin baik.
  • Debt to Equity Ratio (DER) adalah rasio hutang dengan modal perusahaan. Semakin kecil semakin baik.
  • Price to Earning Ratio (PER) adalah rasio harga saham terhadap keuntungan saham tersebut. Semakin kecil semakin baik.
  • Book Value Per-Share (BVPS) adalah ingkat harga perusahaan berdasarkan ekuitas yang dimiliki. Semakin tinggi semakin baik.
  • Price to Book Value (PBV) adalah tolak ukur harga saham saat ini dengan harga wajar yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin kecil semakin baik.

c. Mengetahui Manajemen Perusahaan

Untuk memudahkan pemahaman kalian bagaimana cara menilai manajemen perusahaan, berikut ini adalah panduan sederhana bagaimana cara menilai apakah suatu perusahaan memiliki manajemen yang baik.

  1. WHO: siapa orang-orang yang memegang kendali perusahaan tersebut (CEO, CIO, CFO, dan lain-lain).
  2. WHERE: bagaimana latar belakang para pemimpin perusahaan tersebut.
  3. WHAT: apa saja kebijakan yang diambil oleh mereka? Apa saja dampak yang sudah dihasilkan oleh mereka?
  4. WHEN: kapan mereka menjalankan kebijakan tersebut dan apakah ada kemajuan dari perencanaan kebijakan yang mereka ambil.
  5. WHY: mengapa mereka memilih menjadi anggota dari perusahaan tersebut? Ini bisa menjelaskan reputasi sebuah perusahaan secara tidak langsung.

d. Mengenali Model Bisnis Perusahaan

Investasi yang benar adalah investasi pada perusahaan dengan kalian kenali perusahaannya, atau model bisnisnya. Ini penting karena kalian menjadi tahu, bagaimana proses perusahaan tersebut menghasilkan laba, proses produksinya, dan distribusinya.

Investor yang baik adalah mereka yang tidak ikut-ikutan dalam membeli suatu saham, hanya karena orang lain membelinya.

Warren Buffet merupakan contoh investor, yang memilih tidak membeli saham bisnis high tech pada era 90-an, karena ia tidak memahami model bisnisnya, melainkan memilih untuk membeli saham Coca Cola, yang lebih ia pahami model bisnisnya.

e. Kemampuan perusahaan untuk bersaing

Perusahaan yang memiliki tingkat persaingan yang tinggi, akan mempengaruhi pada tingkat laba dan pendapatannya.

Sebaliknya, jika perusahaan memiliki pesaing yang sedikit, atau bahkan monopoli, maka perusahaan tersebut juga akan memiliki pendapatan, dan laba yang lebih besar.

Perusahaan yang bersifat monopoli seperti BUMN, layak untuk investasi jangka panjang.

Contohnya yaitu PT Jasa Marga Tbk (Persero) yang memonopoli sektor jalan tol, dan juga PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) yang memonopoli produksi gas negara.

Faktor Yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Saham

Trend saham terjadi karena adanya perubahan harga yang naik ataupun turun. Penyebab pergerakan harga saham tersebut, dikarenakan oleh beberapa faktor, seperti kondisi perekonomian negara, kondisi sektor bisnis perusahaan, dan juga kinerja perusahaan.

Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi jumlah supply dan demand saham di pasar saham.

Sama seperti hukum penawaran dan permintaan terhadap harga suatu barang, ketika jumlah supplynya tinggi, maka akan mengakibatkan harga saham menjadi jatuh atau turun, dan sebaliknya, ketika jumlah demand tinggi namun supplynya rendah maka harga saham menjadi tinggi.

Berikut faktor penyebab pergerakan harga saham :

1. Faktor kinerja perusahaan

Kinerja perusahaan akan sebanding lurus dengan harga saham. Kinerja perusahaan yang baik, akan memepengaruhi kenaikan harga sahamnya, dan juga sebaliknya.

Kinerja perusahaan dapat diamati dari laporan keuangannya, berita tentang perusahaan tersebut, peluncuran produk baru, masalah internal perusahaan, akuisisi dan merger, dan lain-lain.

2. Faktor kinerja industri

Saham-saham yang ada di Bursa Eeek Indonesia (BEI), mewakili hampir semua sektor industri. Trend kenaikan ataupun penurunan harga saham, juga dipengaruhi oleh karakteristik masing-masing sektor.

Saham-saham yang cenderung bersifat volatil, biasanya dimiliki oleh sektor-sektor yang biasanya berhubungan dengan hasil alam, dimana laba atau pendapatan perusahaan ditentukan juga oleh ketersediaan hasil alam, seperti sektor pertambangan dan perkebunan.

Sektor komoditas saat ini juga sedang mengalami dampak dari adanya pandemi COVID-19, dimana adanya pembatasan ekspor serta penurunan aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat Indonesia.

3. Faktor sentimen pasar

Sentimen pasar sangat mempengaruhi pergerakan harga saham. Sentimen pasar ini meliputi adanya perilaku euforia dan panic buying, yang memicu adanya kenaikan harga dan juga penurunan harga.

Ketika terjadi euforia, seperti beredarnya isu atau berita mengenai suatu saham yang akan ngetrend, maka orang menjadi terbawa euforia mengambil tindakan buru-buru membeli saham tersebut, karena takut ketinggalan.

Sebaliknya, panic buying terjadi ketika ada berita buruk terhadap suatu saham emiten, yang memicu orang untuk segera menjual sahamnya, karena adanya perasaan khawatir, bahwa harga saham akan segera turun dalam waktu dekat.

4. Faktor ekonomi makro

Kondisi ekonomi makro ini berkaitan dengan perekonomian negara secara keseluruhan. Kondisi ekonomi negara yang sedang mengalami krisis, juga akan mempengaruhi gejolak ekonomi bisnis-bisnis yang ada di dalamnya, dan secara langsung juga mempengaruhi penurunan harga sahamnya.

Kondisi seperti krisis seringkali membawa dampak yang buruf bagi trader, karena rata-rata harga saham pada saat itu sedang jatuh, sehingga sulit untuk melakukan tindakan beli maupun jual.

Kalian perlu melakukan strategi pengaturan modal trading pada saat-saat seperti ini, dengan melakukan tindakan beli dalam jumlah yang sedikit saja, untuk meminimalisir kerugian.

Berapa modal untuk beli saham yang cocok untuk pemula?

Saham saat ini bisa dibeli mulai dari harga kurang dari 1 juta loh. Saat ini semua sekuritas sudah menyediakan kebebasan kepada para nasabahnya, sehingga bisa membeli saham mulai dari harga Rp 100.000 saja.

Untuk pemula, sebaiknya menghitung dulu berapa budget yang sanggup disisihkan untuk membeli saham. Modal yang digunakan untuk bermain saham, sebaiknya adalah uang dingin, atau uang yang tidak digunakan untuk kebutuhan darurat ,dan tidak mengganggu keadaan finansial kalian jika terjadi kerugian di saham.

Sebagai pemula, sebaiknya kalian tidak membeli terlalu banyak jenis saham.

Kalian bisa membeli 1 sampai 3 jenis perusahaan terlebih dahulu, untuk memudahkan kalian dalam melakukan pemantauan terhadap pergerakan harganya.

Coba mulailah dengan modal yang kecil dulu, sehingga kalian bisa meminimalisir kerugian jika terjadi kerugian.

Dengan modal yang kecil, sebaiknya kalian hanya mengoleksi sedikit jenis saham saja, supaya bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Semakin sedikit jenis saham yang dimiliki akan meningkatkan profit kalian, karena setiap saham memiliki harga, dan capital gain yang bervariasi.

Misalnya, jika kalian memiliki modal Rp 5.000.000, dan kalian ingin mengkoleksi 2 jenis saham, maka budget tiap jenis saham adalah Rp 2.500.000.

Kemudian, kalian bisa menghitung sendiri berapa banyak lot yang bisa dibeli berdasarkan harga jenis saham yang ingin kalian beli tersebut.

Contohnya, harga saham A Rp 750 per lembar dan saham B Rp 1.050 per lembar, maka dengan modal Rp 2.500.000 untuk masing-masing jenis saham kalian bisa membeli saham A sebanyak kurang lebih 3 Lot, dan saham B sebanyak kurang lebih 2 Lot (jumlah ini belum termasuk potongan biaya transaksi melalui sekuritas).

Simulasi perhitungan keuntungan saham

Kalian bisa menghitung keuntungan saham yang kalian beli, dengan melihat dividen, dan juga rata-rata capital gainnya dalam waktu 1 tahun.

Misalnya saham A membagikan dividen sebesar Rp 19/lembar saham, dan kalian memiliki 3 Lot saham A, maka kalian akan mendapatkan keuntungan dari dividen perusahaan A sebesar Rp 5.700.

Keuntungan saham selanjutnya dapat dihitung dari capital gainnya.

Untuk mengetahui capital gain dari saham kalian bisa menggunakan analisa teknikal, sehingga bisa memperkirakan besarnya capital gain dari saham tersebut, berdasarkan data-data yang ada di masa lampau.

Misalnya saham A dibeli pada harga Rp 750 per lembar, dan kemudian mengalami kenaikan harga menjadi Rp 1.500 per lembar, maka jika kalian memiliki 3 Lot saham A, maka besarnya capital gain yang kalian peroleh ketika harga saham A Rp 1.500 per lembar, adalah Rp 225.000 atau margin profit sebesar 200%.

Orang-orang yang sukses karena saham

Bermain saham saat ini bukan lagi sesuatu yang tabu, karena semuanya jelas, dan dapat dianalisa untuk memprediksi kenaikan, ataupun penurunan suatu harga atau valuasi perusahaan.

Kesuksesan di dunia saham juga sudah dibuktikan oleh banyaknya orang-orang sukses, yang menggunakan saham sebagai salah satu alat penghasil uang mereka.

Indonesia juga merupakan negara yang mencetak banyak trader dan investor yang sukses di pasar saham.

Beberapa contohnya adalah Ellen May, yang merupakan seorang trader wanita yang sukses, sekaligus pendiri PT Ellen May Indonesia, ia berhasil mendapatkan keuntungan trading sebesar 600% dan 1500% pada tahun 2013.

Kemudian contoh investor sukses asal Indonesia adalah pak Lo Kheng Hong, yang sering disebut namanya karena kesuksesannya dalam dunia saham, ketika ia memulai investasi pada tahun 1989, dan menuai hasil kekayaannya setelah 17 tahun berinvestasi di pasar saham, dengan total asel sahamnya senilai 2,5 triliun rupiah.

Dari kalangan milenial ada Andika Sutoro Putra, yang merupakan seorang investor yang telah terjun ke pasar saham sejak usia dini, yaitu 15 tahun. Setelah 9 tahun berinvestasi, ia berhasil mengumpulkan kekayaan dari saham senilai 40 miliar rupiah.

Masih banyak kisah sukses orang-orang yang telah terjun ke pasar saham lainnya.

Kunci keberhasilan mereka di pasar saham, tidak lain adalah ketekunan dan kesabaran mereka dalam melakukan investasi. Tidak ada satupun kesuksesan di dunia ini, yang bisa dicapai tanpa kemauan dan kesabaran untuk terus bertahan.

Kesimpulan

Membeli saham, hanya dapat dilakukan melalui aplikasi atau layanan yang disediakan oleh sekuritas saham, agar nasabahnya bisa bertransaksi saham pada saat jam bursa.

Membeli saham menerapkan sistem antrian harga, dimana pembeli harus memasang harga beli, dan menunggu antrian sampai harganya mencapai harga yang disepakati oleh pihak penjual.

Kalian perlu memahami cara penggunaan aplikasi saham, agar bisa melakukan transaksi saham tanpa kesalahan.

Ketika ingin membeli saham, maka kalian harus mengatur harga beli, dan jumlah beli pada kolom beli, dan sama halnya juga ketika kalian ingin melakukan jual.

Harga yang kalian masukkan kemudian akan masuk dalam antrian, dan kalian harus menunggunya.

Misalnya, jika kalian ingin membeli saham di harga Rp 700 per lot, dan saat itu harga saham di pasar Rp 750 per lot.

Maka kalian harus menunggu sampai harga bergerak ke Rp 700, untuk bisa mendapatkan saham di harga tersebut.

Namun, jika kalian ingin cepat mendapatkan saham tersebut, maka kalian bisa memasang harga beli sama dengan, atau lebih tinggi dari harga yang ada di kolom jual/penawaran.

Lihat juga : Pengertian Saham | Istilah Yang Digunakan di Dunia Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Articles

Back to top button