Shadow

Dampak Corona, Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda Untuk Pertama Kalinya

Dampak Corona, Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda Untuk Pertama Kalinya. Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Panitia Penyelenggara (TOGOC) akhirnya sepakat untuk menunda Olimpiade 2020 Tokyo akibat wabah virus corona.

Ajang pertandingan olahraga seluruh dunia ini rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 24 Juli hingga 9 Agustus 2020. Jepang keluar sebagai pemenang dan menjadi tuan rumah dalam sidang IOC ke-125 di Buenos Aires, Argentina, pada tanggal 7 September 2013 mengalahkan turki dan spanyol.

Pekan olahraga ini diikuti setidaknya 140 negara di dunia dan Indonesia termasuk di dalamnya. Terdapat 324 perlombaan di 33 cabang olahraga. Baca juga: Pengemudi Ojek Online Bahagia Adanya Cicilan Kredit Motor Ditunda Selama Setahun

“Presiden IOC dan Perdana Menteri Jepang telah menyimpulkan bahwa pertandingan Olimpiade XXXII di Tokyo harus dijadwal ulang hingga tanggal setelah tahun 2020,” demikian pernyataan IOC.

“Akan tetapi, (penundaan) tidak lebih dari musim panas 2021, untuk menjaga kesehatan para atlet, semua orang yang terlibat dalam pertandingan Olimpiade dan komunitas internasional.” lanjutnya.

Sejak pertama kali digelar di Athena, Yunani, pada 1896, Olimpiade atau pekan olahraga dunia tidak pernah ditunda. Namun, Olimpiade setidaknya pernah tiga kali mengalami pembatalan. Olimpiade pertama pernah mengalami pembatalan terjadi pada tahun 1916.

Olimpiade keenam yang dijadwalkan akan berlangsung di Berlin, Jerman, batal digelar oleh sebab Perang Dunia Pertama yang berlangsung Juli 1914 hingga November 1918. Olimpiade kedua yang kembali mengalami pembatalan terjadi pada tahun 1940. Baca juga: Langkah Cerdas Mengetahui Ciri-Ciri Berita Hoax

Olimpiade XII yang semula dijadwalkan diadakan di Tokyo dibatalkan dan kemudian dipindahkan ke Helsinki, Finlandia. Perang Dunia Kedua yang berlangsung 1939 hingga 1945 akhirnya membuat Olimpiade 1940 resmi dibatalkan.

Olimpiade pada tahun 1944 yang semula dijadwalkan di London, Inggris, juga batal akibat Perang Dunia Kedua itu. London pun akhirnya ditunjuk sebagai tuan rumah pada Olimpiade 1948, Helsinki pada Olimpiade 1952, dan Tokyo menggelar Olimpiade pada tahun 1964.

Olimpiade juga pernah mengalami aksi pemboikotan pada tahun 1976 di Kanada, tahun 1980 di Rusia/ Uni Soviet dan tahun 1984 di Amerika Serikat. Namun, Olimpiade di ketiga wilayah tersebut tidak ada penundaan dan tetap berjalan sesuai prosedur.

Kemungkinan terbutuk jika olimpiade batal dilakukan ialah Jepang diprediksi akan menelan kerugian mencapai lebih dari US$12,6 miliar atau sekitar Rp200 triilun. Baca juga: Tips Cepat mengatasi Obesitas

Dikutip dari AP, Jepang secara resmi menyebutkan bahwa Jepang telah menghabiskan uang sekitar US$12,6 miliar untuk memaksimalkan penyelenggaraan Olimpiade 2020 di Tokyo.

Namun, Dewan Audit Nasional Jepang menyatakan negaranya tersebut telah menghabiskan anggaran dua kali lipat dari apa yang sudah disebutkan.

Hal ini tidak serta merta merugikan pihak penyelenggara saja. Namun, kerugian juga menjangkau seluruh dunia. Kerugian yang dimaksud ialah 11 ribu atlet Olimpiade dan sekitar 4.400 atlet paralimpiade, pelatih, pejabat negara, penyelenggara lokal, siaran internasional, penggemar serta sponsor dunia yang sudah memberi kontrak.

Belum juga dengan hotel atau penginapan yang telah menerima uang muka dari tamu-tamu yang akan datang ke Jepang untuk mengikuti pekan olarhraga dunia ini.

Selain itu maskapai penerbangan yang terlanjur dipesan bakal dibatalkan. Belum lagi 80.000 sukarelawan tanpa bayaran yang akan kehilangan kesempatan sekali seumur hidup, bakal dirugikan akibat pembatalan Olimpiade 2020.

Triliunan rupiah pengeluaran anggaran dari pemerintah yang ditujukan untuk pembangunan sembilan venue baru Olimpiade 2020 juga bakal menjadi investasi yang cukup berisiko. Pasalnya salah satu pembangunan New National Stadium yang menelan biaya mencapai lebih dari US$1,25 miliar atau sekitar Rp19,8 triliun. Lihat juga: usir tikus dengan kapur barus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *