Finansial

6 Cara Ampuh Mengumpulkan Dana Darurat Untuk Single dan Berkeluarga

Menyediakan dana darurat saat ini sudah menjadi keharusan bagi sebagian banyak orang. Berbagai kejadian yang tidak terduga bisa menimpa siapapun dan juga terkadang jumlah uang atau dana yang dikeluarkan pun tidak sedikit jumlahnya.

Inilah yang menyebabkan pentingnya seseorang untuk memiliki dana dingin untuk hal-hal mendesak. Namun, saat ini masih banyak yang belum memahami bagaimana cara menyimpan dana yang tepat. Jika Anda sedang mengalami hal yang serupa, maka artikel ini tepat untuk Anda baca.

6 Cara Jitu Menabung untuk Dana Darurat Anda

Banyak orang yang sudah tidak asing lagi dengan istilah dana darurat, namun banyak pula yang belum mengetahui bagaimana cara menabung untuk dana untuk kepentingan darurat mereka sendiri.

Berikut ini adalah 5 cara mudah menabung untuk dana kepepet Anda.

1. Hitung Jumlah Kebutuhan Mendesak

Sebelum menempatkan uang Anda untuk menjadi dana mendesak Anda, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu berapa besarnya nominal yang Anda butuhkan.

Kebutuhan dana darurat setiap orang berbeda-beda, tergantung dari besarnya pendapatan dan pengeluaran per bulannya. Jika pendapatan Anda tetap, maka kebutuhan terhadap dana mendesak Anda juga menjadi lebih sedikit.

Berikut ini adalah cara menghitung dana darurat Anda:

  • Jika Anda memiliki pekerjaan tetap dan pasangan Anda juga bekerja, kebutuhan dana urgent yang harus Anda simpan adalah 3x dari pengeluaran Anda per bulan.
  • Jika hanya Anda yang bekerja, sedangkan pasangan Anda tidak bekerja, maka dana darurat Anda sebesar 6x dari pengeluaran bulanan Anda.
  • Jika Anda memiliki tanggungan seseorang dengan kondisi kesehatan yang serius, maka dana mendesak yang harus Anda siapkan yaitu sebesar 6x pengeluaran bulanan Anda.

Selanjutnya, menghitung untuk kebutuhan dana darurat berdasarkan jumlah orang yang menjadi tanggungan yaitu:

  • Single atau lajang: 3x pengeluaran/bulan
  • Pasangan sudah menikah tanpa anak: 6x pengeluaran/bulan
  • Pasangan sudah menikah dengan 2 orang anak: 12x pengeluaran/bulan

Perhitungan pasti dari nominal dana keperluan mendadak juga dapat Anda lakukan dengan menggunakan berbagai kalkulator.

Lihat juga : 10 Situs Belajar Terbaik Untuk Pelajar dan pekerja

Contoh kalkulator dana darurat

Jika Anda ingin menghitung berapa kebutuhan dana darurat Anda, saat ini sudah ada kalkulator yang dapat Anda gunakan untuk menghitung nominal pasti dana mendadak Anda.

Berikut ini adalah 7 contoh kalkulator dana darurat yang bisa Anda coba:

2. Pisahkan Dana Darurat dari Dana Belanja

Jika Anda menempatkan dana darurat di tabungan bank biasa, sebaiknya pisahkan rekening untuk menyimpan dana keperluan darurat dari rekening untuk belanja sehari-hari Anda.

Atau jika Anda ingin menggunakan instrumen lain selain bank, untuk menyimpan dana mendesak Anda akan semakin baik. Anda bisa menaruh pada berbagai jenis instrumen yang akan kami jelaskan selanjutnya.

3. Cari Penghasilan Tambahan

Jika jumlah pendapatan Anda masih belum mencukupi untuk disisihkan menjadi dana darurat, Anda bisa mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Anda bisa memulai untuk berbisnis, atau mencari pekerjaan sampingan yang bisa menambah penghasilan per bulan Anda. Dengan memperbesar jumlah pendapatan Anda, maka semakin cepat pula dana mendadak Anda terkumpul.

Lihat juga : Cara Sukses Menjalankan Bisnis Usaha Laundry Di Rumah

4. Pastikan Dana Darurat Digunakan untuk Kebutuhan Mendesak

Dana darurat yang Anda kumpulkan dengan susah payah sebaiknya harus Anda gunakan sesuai dengan fungsinya juga yaitu untuk kebutuhan yang bersifat mendesak atau darurat.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda menganalisis terlebih dahulu kejadian darurat apa saja yang berpotensi Anda alami di masa mendatang.

Perbanyaklah mencari informasi dari orang-orang yang sudah berpengalaman terhadap dana darurat agar dapat membuka wawasan Anda terhadap jenis-jenis kejadian darurat yang membutuhkan dana darurat.

Lihat juga : Trik Jitu Menjalankan Bisnis Fotografi

5. Tentukan Jangka Waktu untuk Mengumpulkan Dana Darurat

Mengumpulkan dana darurat juga membutuhkan waktu yang tidak singkat. Setelah Anda mengetahui berapa besarnya nominal kebutuhan mendesak Anda, maka selanjutnya Anda harus menghitung berapa lama dana talang tersebut bisa Anda kumpulkan.

Proses pengumpulan dana darurat ini juga tidak lepas dari jenis instrumen yang Anda pilih, sehingga pastikan Anda sudah mengetahui informasi mengenai jangka waktu-jangka waktu, yang berkaitan dengan jatuh tempo dan lain sebagainya agar dana yang Anda tempatkan tepat sasaran.

Lihat juga : Strategi Sukses Menjalankan Bisnis Jasa Editing Video

6. Tentukan Tempat untuk Menyimpan Dana Darurat

Dana darurat yang Anda simpan harus disimpan di suatu tempat khusus untuk menyimpan dana untuk keperluan mendadak. Saat ini sudah ada banyak sekali instrumen untuk menyimpan dana genting seperti asuransi, reksadana pasar uang, deposito dan tabungan, tabungan rencana, emas, ORI, sukuk, dan saham.

Sebelum Anda menentukan instrumen mana, yang akan Anda gunakan untuk menempatkan dana talang Anda, berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda pertimbangkan terlebih dahulu sebelum memilih jenis instrumen.

  • Instrumen aman dan memiliki risiko yang rendah, sehingga tidak menimbulkan risiko kerugian besar.
  • Instrumen memiliki likuiditas yang baik, sehingga mudah dicairkan sewaktu-waktu.
  • Instrumen memiliki akses yang mudah, sehingga Anda dapat mengaksesnya kapanpun.

Setiap jenis instrumen memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada instrumen yang memiliki profil risiko tinggi dan juga likuiditas yang rendah seperti saham. Ada juga instrumen yang memiliki profil risiko rendah dan likuiditas yang tinggi seperti tabungan.

Namun, pilihan jenis instrumen tidak semata-mata hanya untuk menghindari risiko tinggi, dan likuiditas rendah. Anda bebas memilih jenis instrumen, untuk menempatkan dana mendesak Anda, sesuaikan saja dengan jenis kebutuhan mendesak Anda.

Jika dana talang Anda gunakan untuk kebutuhan yang tidak terlalu mendesak, maka Anda dapat memilih instrumen dengan profil risiko yang lebih tinggi, seperti saham untuk bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Namun, jika penyimpanan dana darurat Anda hanya ada satu, dan Anda akan menggunakannya untuk kebutuhan yang bersifat mendesak, maka Anda dapat memilih jenis instrumen yang profil risikonya lebih rendah, dengan likuiditas yang lebih tinggi daripada saham dan juga .

Berikut ini adalah penjelasan singkat dari masing-masing jenis instrumen, yang bisa Anda gunakan untuk menempatkan dana untuk keperluan mendesak Anda.

Lihat juga :

  1. Panduan Belajar Saham Agar cepat Mahir.
  2. Strategi Bermain Saham Agar Cepat Untung.

A. Tabungan dan Deposito

Tabungan dan deposito adalah jenis instrumen penempatan dana darurat, dengan profil risiko paling rendah dan likuiditas paling tinggi. Kelebihan utama dari dua jenis instrumen ini adalah kemudahannya untuk dicairkan, dan risikonya yang sangat minim.

Ketika Anda menempatkan dana di tabungan maupun deposito, dana Anda telah dijamin oleh LPS, dan dapat ditarik dengan mudah. Namun untuk deposito membutuhkan waktu pencairan sesuai waktu jatuh temponya.

Kekurangan dari jenis instrumen ini yaitu, bunga yang sangat kecil dan mendekati tingkat inflasi, sehingga tidak cocok jika Anda ingin mengembangkan jumlah uang Anda.

B. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang memiliki level risiko dan likuiditas yang lebih tinggi, daripada tabungan dan deposito dari segi return, likuiditas, dan risiko.

Return reksadana pasar uang jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan tabungan dan deposito. Hal ini dikarenakan uang yang ditaruh di reksadana pasar uang akan dikelola oleh Manajer Investasi, untuk menghasilkan keuntungan.

Likuditas reksadana pasar uang termasuk tinggi karena mudah untuk dicairkan dengan cepat. Pengajuan pencairan dana reksadana pasar uang, biasanya membutuhkan waktu 3 hari kerja sejak pengajuan, yang tergolong lebih lama ketimbang waktu pencairan tabungan dan deposito.

Risiko reksadana pasar uang lebih rendah dibandingkan jenis instrumen lainnya, namun lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan dan deposito.

Hal ini karena dana yang ada di reksadana pasar uang dikelola oleh Manajer Investasi, dan bisa mengalami dua kemungkinan yaitu mendapatkan keuntungan atau kerugian. Namun biasanya akan tetap menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan tabungan dan deposito.

Lihat juga : Strategi Bermain Trading Di Pasar Saham.

C. Tabungan Rencana

Tabungan rencana adalah tabungan yang memiliki tingkat bunga lebih tinggi, daripada tabungan pada umumnya. Tabungan ini memerlukan nominal dengan besar tertentu, yang harus disetorkan secara rutin dalam jangka waktu tertentu.

Biasanya tabungan rencana digunakan untuk keperluan seperti dana pendidikan. Tabungan berjangka mirip dengan deposito yaitu terdapat waktu jatuh tempo, untuk bisa mencairkan dana, dan akan dikenakan denda jika pencairan dilakukan sebelum waktu jatuh tempo.

Tabungan rencana juga sangat aman karena profil risikonya nol, dan merupakan jenis produk perbankan yang diawasi secara langsung oleh bank tersebut. Cara untuk mengakses tabungan rencana saat ini sangat mudah, yaitu dapat diakses melalui aplikasi yang ada di HP.

D. Tabungan Emas

Emas sudah terkenal sebagai salah satu investasi sejak dulu. Emas memiliki kelebihan dibandingkan dengan instrumen sebelumnya yaitu dari segi nilai investasinya yang tinggi.

Namun, investasi emas juga memilii risiko seperti adanya spread harga beli dan jual, yang dapat menyebabkan kerugian ketika menjual emas. Risiko spread harga ini dapat dialami, jika Anda menjual emas dalam jangka waktu pendek.

E. ORI dan Sukuk

Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan sukuk ritel adalah surat hutang negara yang dikeluarkan oleh pemerintah. Surat hutang negara ini dijual kepada Warga Negara Indonesia (WNI) secara resmi oleh pemerintah.

Keuntungan dari memiliki ORI dan sukuk ini yaitu dapat mendapatkan imbal hasil, atau bunga yang lebih besar daripada tabungan biasa. Selain itu, risikonya juga sangat kecil karena ORI dan sukuk dikeluarkan oleh pemerintah secara resmi.

Pencairan ORI mirip dengan deposito yaitu mengikuti waktu jatuh tempo. Namun, jika Anda ingin mencairkannya sebelum waktu jatuh tempo, tidak akan dikenakan denda. Karena Anda harus menjualnya melalui pasar sekunder, yaitu tempat dimana Anda membeli ORI tersebut.

Besarnya imbal hasil dari ORI berbeda-beda setiap tahunnya, mengikuti situasi dan kondisi dari perekonomian global pada saat ORI tersebut dikeluarkan.

Sebagai contoh ORI yang dikeluarkan pada 15 Juni-9 Juli 2020 yaitu ORI17 memiliki tingkat bunga sebesar 6,40%, sedangkan ORI pada tanggal 01-21 Oktober 2020 yaitu ORI18 memiliki tingkat bunga sebesar 5,70%, dan ORI pada tanggal 25 Januari-18 Februari 2021 yaitu ORI19 memiliki tingkat bunga sebesar 5,57%.

Sedangkan, sukuk sendiri merupakan Surat Berharga Syriah Negara adalah investasi berbasis syariah, yang diterbitkan oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI, dan ditujukan untuk investor individu WNI.

Imbal hasil dari sukuk yaitu 8,3% dengan tenor 2 tahun, dan dijalankan menurut prinsip syariah. Sukuk juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi, karena 100% dijamin oleh pemerintah. Anda bisa memesan sukuk mulai harga 1 juta Rupiah dan kelipatannya.

F. Asuransi

Asuransi juga termasuk dana urgent, yang digunakan untuk mengganti kerugian atau, biaya tertentu yang spesifik jenisnya. Perbedaan asuransi dibandingkan dengan jenis-jenis instrumen sebelumnya yaitu, asuransi memiliki fungsi alokasi dana yang spesifik.

Misalnya, asuransi kesehatan digunakan hanya untuk mengganti biaya, untuk berobat atau kesehatan saja, dan tidak bisa digunakan untuk mengganti biaya lain, seperti biaya pendidikan atau kerusakan.

Asuransi memiliki beberapa jenis menurut fungsinya yaitu asuransi jiwa, asuransi properti, asuransi kesehatan, asuransi kerusakan, asuransi kematian, dan asuransi kehilangan. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

  • Asuransi jiwa: adalah asuransi yang mengganti rugi biaya tertanggung akibat risiko kematian. Mekanisme asuransi jiwa yaitu, pihak penanggung akan membayar premi secara berkala, terhadap perusahaan asuransi dengan jumlah, dan jangka waktu yang telah ditentukan, sebagai kompensasi atas ganti rugi kepada pihak penerima (tertanggung)
  • Asuransi kesehatan: jenis asuransi ini memberikan ganti rugi biaya atas berbagai risiko kesehatan, yang terjadi pada pihak tertanggung. Jenis-jenis biaya yang dicover oleh asuransi kesehatan yaitu, biaya rawat inap di rumah sakit, biaya rawat jalan, biaya pra dan pasca rawat inap di rumah sakit, dan biaya proses melahirkan normal dan sesar. Di Indonesia ada dua jenis asuransi kesehatan yaitu, asuransi kesehatan swasta dan pemerintah atau BPJS kesehatan.
  • Asuransi mobil: asuransi yang memberikan ganti rugi biaya terhadap mobil Anda, dari berbagai jenis risiko yang terjadi. Asuransi mobil akan mengganti seluruh biaya kerugian, yang terjadi pada mobil Anda mulai dari jumlah kecil, hingga jumlah yang besar.
  • Asuransi perjalanan: asuransi yang mengganti biaya ganti rugi terhadap segala jenis kerugian, yang Anda alami ketika sedang melakukan perjalanan baik keluar kota maupun luar negeri.
  • Asuransi pendidikan: asuransi ini akan mengganti rugi biaya pendidikan tertanggung (anak), yang dibayarkan oleh pihak penanggung (orangtua) secara berkala.
  • Asuransi properti: asuransi ini mengganti rugi biaya risiko, yang mungkin terjadi pada properti seperti kerusakan, kehilangan, kebakaran, dan bencana alam.

Dari semua jenis asuransi yang ada, Anda dapat memilih mana saja yang Anda butuhkan sebagai dana mendesak Anda. Dengan menentukan asuransi yang tepat, maka alokasi dana darurat Anda juga menjadi optimal.

Selanjutnya >>> Pengertian Dana Darurat

1 2 3 4 5 6Next page

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Articles

Back to top button