Cara Menanam dan Merawat Daun Mint dalam Skala Rumah Tangga

Siapa tidak tahu daun mint? tentunya hampir sebagian orang tahu akan jenis daun ini. Tetapi tidak banyak orang tahu manfaat dari daun mint ini. Setidakny terdapat 5 jenis daun mint yakni peppermint, spearmint, mint nanas, mint lemon, dan mint apel. Terdapat banyak sekali manfaat dalam mengonsumsi daun ini diantaranya ialah :

  1. Mengatasi rasa mual
  2. Mengatasi tersumbatnya hidung
  3. Meredakan nyeri otot
  4. Meredakan stres
  5. Ampuh menurunkan berat badan
  6. Mengatasi heartburn atau istilah lain panas pada bagian dada
  7. Khasiat paling utama ialah daun mint terbukti ampuh untuk meredakan batuk

Oleh sebab itu karena memiliki banyak sekali khasiat pada daun mint, tentunya daun ini bisa ditanam sendiri di lingkungan rumah. Baca juga: Menengok Berapa Lama Virus Corona Bisa Bertahan Di Benda

Berikut langkah-langkah dalam budidaya daun mint :

  1. Menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu. Alat berupa cetok dan wadah yang sudah dibolongi seperti baskom yang tidak terpakai. Bahan sendiri terdiri dari bibit daun mint, sekam/tanah, dan pupuk organik.
  2. Pemilihan bibit daun mint dirasa cukup penting sebab hal ini lah yang menentukan hasil yang dituai nantinya. Asal-usul bibit harus jelas. Memahami betul jenis daun mint yang akan ditanam. Dimulai dari media yang cocok, waktu penyiraman, suhu dan sebagainya. Umumnya hal ini terlampir pada sebuah bungkus bibit daun mint atau bisa ditanyakan kepada penjual bibit yang bersangkutan. Namun perlu diperhatikan bahwa menanam dengan dimulai dari bibit memiliki tingkat kesusahan yang cukup tinggi. Sehingga disarankan ialah menanam daun mint yang sudah menjadi tunas bagi pemula yang baru belajar bercocok tanam.
  3. Menyiapkan media tanam yang cocok sesuai karakteristik dari daun mint yang akan ditanam. Umumnya menggunakan sekam bakar dan campuran tanah dengan perbandingan 1:1. Gunakan kompos halus untuk tambahan nutrisi bagi daun mint itu sendiri.
  4. Memulai menanam daun mint. Penanaman daun mint ini bisa dilakukan dengan langsung menancapkan tunas pada media yang sudah disediakan. Hitunglah kira-kira 3-4 cm dari pangkal akar. Penanaman bisa dilakukan juga dengan menstek batang daun mint yang sudah tua. Tanam batang pada media tanam sekitar 4-5 cm dari ujungnya. Jika pada stek batang bisa dilakukan juga penanaman dengan menggunakan media air. Sehingga selama kurang lebih 4-6 hari akar akan tumbuh dan siap dipindahkan pada pot atau wadah yang lebih besar.
  5. Selalu rajin untuk menyiram daun mint ini. Siram kapanpun saat tanah atau media tanamnya terlihat kering. Jika pada musim kemarau yang notabene udara terlihat panas, bisa dilakukan penyiraman selama 3x sehari yakni pagi, siang, dan sore hari.
  6. Memanen daun mint dengan melihat ciri-ciri seperti daun tampak lebar dan segar.
  7. Apabila terlalu banyak hasil panen, bisa dibudidayakan kembali dengan cara stek batang.
  8. Perawatan dalam budidaya daun mint pun cukup mudah. Apabila daun mint terserang hama bisa dilakukan penyemprotan obat yang efektif dalam menangani hama tersebut. Umumnya daun mint akan mengalami kerutan diakibatkan oleh akar yang melilit di dalam media tanah sehingga perlu di rapikan atau digunting untuk mengurangi jumlah akar. Lihat juga: usir tikus di mesin mobil

Video Tutorial menanam daun mint

Leave a Reply