6 FAKTOR RISIKO DIABETES MELLITUS DAN TIPS PENCEGAHAN

6 Faktor Risiko Diabetes Melitus- Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit degeneratif dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein serta ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah dan urin. Normalnya makanan yang kita makan akan diproses menjadi glucosa dan digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi.

Baca juga : Tips Pencegahan Gagal Jantung

Pada umumnya diabetes dibagi menjadi:

  1. Diabetes tipe 1
  2. Diabetes tipe 2
  3. Diabetes gestasional.

Diabetes Melitus I

Pada Diabetes Melitus I, kadar glukosa darah terlalu tinggi, sehingga tubuh tidak bisa memanfaatkannya dengan optimal untuk pembentukan energi. Oleh karena itu, energi diperoleh melalui peningkatan katabolisme protein dan lemak.

Seiring dalam kondisi tersebut, terjadilah perangsangan lipolisis serta meningkatnya kadar asam lemak bebas dan gliserol darah.

Diabetes Melitus II

Berdasarkan patofisiologi, Diabetes melitus tipe II disebabkan dua hal yaitu:

  1. Terjadi penurunan antara respon jaringan perifer dengan insulin, kondisi ini disebut resistensi insulin.
  2. Terjadi penurunan kemampuan sel β pankreas mensekresi insulin sebagai respon terhadap beban glukosa.

Diabetes Mellitus Gestasional

Diabetes Mellitus Gestasional (GDM=Gestational Diabetes Mellitus) adalah kondisi diabetes atau intoleransi glukosa yang timbul pada masa kehamilan, biasanya berlangsung sementara atau temporer.

Sekitar 4-5% wanita hamil diketahui menderita GDM, dan umumnya terdeteksi pada atau setelah trimester kedua dan dapat pulih sendiri beberapa saat setelah melahirkan, namun dapat berakibat buruk terhadap bayi yang dikandung.

Akibat fatal dapat terjadi antara lain malformasi kongenital, peningkatan berat badan bayi ketika lahir dan meningkatnya risiko mortalitas perinatal.

6 Penyebab diabetes melitus beserta tips pencegahan

1. Obesitas

Kondisi diabetes dengan obesitas adalah gangguan kronis yang terjadi dan terus meningkat di seluruh dunia. Obesitas yang di nyatakan dalam indeks masa tubuh memiliki hubungan yang sangat erat dengan angka kejadian diabetes melitus dan resistensi insulin.

Sebagian besar Diabetes Melitus tipe II berawal dengan kegemukan disebabkan kelebihan makan. Sebagai kompensasi, sel β pankreas langsung merespon dengan cara mensekresi insulin lebih tinggi hingga kadar insulin akan meningkat ( hiperinsulinemia ).

Konsentrasi insulin tinggi akan mengakibatkan reseptor insulin berusaha melakukan pengaturan sendiri yaitu dengan menurunkan jumlah reseptor atau down regulation.

Peristiwa ini akan membawa dampak terhadap penurunan respon reseptor serta lebih lanjut menghasilkan terjadinya resistensi insulin.

2. Kurangnya aktivitas fisik

Aktivitas fisik sangat berpengaruh terhadap angga kejadian diabetes mellitus. Aktivitas fisik dapat mengontrol kadar gula dalam darah, glukosa akan diubah menjadi energi pada saat beraktivitas fisik sehingga tubuh akan menstimulasi sekresi insulin dari beta pankreas, sehingga kadar insulin tinggi dan kadar gula dalam darah akan berkurang.

Aktivitas fisik telah terbukti dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh, menurunkan faktor resiko cardiovascular desease (CVD), berkontribusi dalam menurunkan berat badan.

Latihan fisik yang dilakukan kurang lebih 8 minggu terbukti dapat menurunkan A1C (parameter glucosa darah pada penderita diabetes)dengan rata rata 0,66% walaupun tidak ada penurunan yang signifikan pada BMI (body massa index)

3. Usia

Prevalensi DM menjadi meningkat seiring bertambahnya usia, hal ini disebabkan semakin lanjut usia maka kerja pengeluaran insulin dilakukan pankreas juga akan semakin berkurang.

Insiden terjadinya diabetes melitus tipe 2 biasanya muncul pada penderita berusia diatas 35 tahun. Gangguan metabolisme karbohidrat pada usia lanjut meliputi tiga hal yaitu:

  • Resistensi insulin.
  • Hilangnya pelepasan insulin fase pertama sehingga lonjakan awal insulin postprandial tidak terjadi pada lansia dengan DM.
  • Peningkatan kadar glukosa postprandial dengan kadar gula glukosa puasa normal.

4. Faktor genetik

Faktor genetik adalah faktor resiko diabetes yang tidak dapat dirubah, sehingga penyakit diabetes sering kita dengar dengan istilah penyakit keturunan.

Namun tidak semerta merta seseorang dengan riwayat keluarga diabetes pasti akan mengalami penyakit diabetes mlitus dimasa akan datang.

Adakalanya riwayat keluarga diabetes meltus membuat seseorang memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit diabetes meletus dibanding dengan orang yang tidak memiliki riwayat keluarga.

Faktor genetik tidak menjadi satu satunya penyebab diabetes pada seseorang, ada faktor lain yang juga ikut berperan seperti gaya hidup tidak sehat atau malas gerak dan obesitas.

5. Konsumsi gula berlebih

Makanan manis merupakan jenis makanan yag banyak disukai semua kalangan, namun konsumsi yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan diabetes melitus.

Selain itu pola makan tinggi gula juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang pada akhirnya menyebabkan obesitas. Apabila kondisi ini terus berlanjut makan resiko untuk terkena diabetes juga akan semakin tinggi.

6. Penggunaan obat-obatan tertentu

Penggunaan golongan obat-obat tertentu dapat mempengaruhi kadar gula dalam darah, apalagi pada orang dengan riwayat diabetes dan sudah terkena diabetes.

Obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah seperti, golongan steroid, statin, obat diuretik khususnya thiazid, dan beta-blocker. Sehingga perlu informasi yang valid dalam penggunaan obat-obatan tersebut.

Demikian artikel kesehatan tentang 6 faktor risiko diabetes melitus. Semoga bermanfaat ya.

Sumber artikel

  • Symptoms and causes of diabetes. https://www.niddk.nih.govhalth-information/diabetes/overview/symtoms-causes. Diakses tanggal 05 maret 2020.
  • ADA. 2015. Standart of medical care in diabetes.
  • Kemenkes Ri. 2005. Pharmaceutical care  untuk penyakit diabetes mellitus.
  • Abdullah s Al-goblan, Mohammed A Al-alfi, and Muhammad Z Khan. 2014. Mechanism linking diabetes mellitus andobesity.dovepress.
  • AGUNG ENDRO NUGROH, 2006. Hewan Percobaan Diabetes Mellitus : Patologi Dan Mekanisme Aksi Diabetogenik. Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Bagian Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.
Share on:

Leave a Comment