Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Capai 3.285 Per 5 Maret 2020

Angka kematian akibat virus corona capai 3.285 kasus per 5 maret 2020 – Virus corona atau COVID- 19 adalah virus baru yang sedang trending sejak akhir desember 2019 hingga saat ini.

Baca juga : Penyakit Serius Disebabkan Obesitas

Update terbaru dari data WHO pada tanggal 5 maret 2020 kasus infeksi virus corona mencapai 95.333 kasus yang dikonfirmasi dari seluruh dunia. Dari data tersebut sebanyak 80.565 dilaporkan terjadi di negara china dan 14.768 kasus di semua negara selain cina.

Dalam mengantisipasi peningkatan kasus COVID-19, wilayah asia bagian selatan meluncurkan kegiatan respon cepat yang melibatkan masyarakat dengan melakukan pengadaan alat pelindung diri (APD), dan memastikan laboratorium memiliki kapasitas yang memadai untuk menguji COVID-19.

5 dari 11 negara dikawasan asia tenggara telah mengkonfirmasi kasus COVID-19 yaitu Thailand 47 orang, India 29 orang, Indonesia 2 orang, Nepal 1 orang, dan Srilangka 1 orang.

Pada tanggal 28 Februari WHO manaikkan penilaian resiko untuk wabah virus corona atau COVID-19 secara internasional yang awalnya tinggi menjadi sangat tinggi. Direktur jendral WHO menekankan pentingnya melakukan pendekatan secara komperhensif untuk mengurangi dampak dari virus corona atau COVID-19.

Memberikan edukasi kepada masyarakat, memperluas pengawasan, merawat pasien dengan baik dan benar, dan memperkuat sistem kesiap siagaan adalah kunci utama untuk menghentikan transmisi virus corona atau COVID-19.

Baca juga : Cara Mengatasi Hipoglikemia Pada Penderita Diabetes Melitus

Jumlah kematian akibat virus korona

Jumah Kematian Virus Corona Terupdate

Angka kematian akibat virus corona atau COVID-19 terus meningkat, hingga tanggal 5 maret 2020 total kasus kematian mencapai 3.282 orang diseluruh dunia. Di negara Cina sendiri mencapai 3.015 dan 31 diantara adalah kejadian baru yang dilaporkan pada tanggal 5 maret 2020.

Angka kematian tersebut diatas tersebar di Provinsi yang ada di Cina dimana angka tertinggi terjadi di provinsi Hubei yaitu 2.902 orang (dengan total kasus di provinsi tersebut menjacapi 67.466 dan kasus baru yang dilaporkan pada 2 maret 2020 sejumlah 134 orang positif terinfeksi, 67 orang suspected, dan 31 orang meninggal).

Provinsi di Cina yang terjadi penyebaran infeksi paling sedikit adalah Xizang dengan jumlah 1 orang positif corona atau covid-19. Dinegara-negara selain Cina total kematian mencapai 267 orang.

Dimana jumlah kematian paling banyak terjadi dinegara Italia dengan jumlah 107 orang dan 27 diantaranya merupakan kejadian baru pada tanggal 5 maret 2020.

Kemudian disusul oleh iran dengan jumlah kematian 92 orang dengan 15 diantaranya adalah kejadian kematian baru dan terbanyak ketiga adalah republik korea dengan total angka kematian mencapai 35 oang dan kasus kematian baru sebanyak 3 orang.

Sampai saat ini tanggal 5 maret 2020 negara terbanyak selain Cina yang mengkonfirmasi kejadian kasus korona adalah republik korea dengan total kasus sebanyak 5.755 (438 diantaranya adalah kasus baru.

Baca juga : Cara Mudah Mengatasi Diabetes Melitus Alat Terbaru

Beberapa kasus baru yang dilaporkan

Kasus-kasus baru terus muncul setiap harinya baik di negara Cina ataupun negara lainnya. Pada tanggal 05 maret 2020 telah dilaporkan ada 5 negara/wilayah baru yang terinfeksi yaitu: Bosnia, Herzegovina, Gibraltar, Hungary, Slovenia, dan wilayah palestina. Dengan angka kejadian yaitu sebagai berikut:

  • Bosnia dan Herzegovita 2 kasus.
  • Gibraltar 1 kasus.
  • Hungari 2 kasus.
  • Slovenia 1 kasus.
  • Wilayah palestina 4 kasus

Strategi objektif yang dilakukan oleh WHO dalam kasus ini

  • Menginterupsi terjadinya penularan dari manusia ke manusia termasuk mengurangi kejadian infeksi sekunder melalui kontak langsung termasuk dengan petugas kesehatan, mencegah perluasan transmisi, serta mencegah penyebaran lebih lanjut diseluruh dunia.
  • Mengidentifikasi, mengisolasi, dan merawat pasien sedini mungkin, termasuk menyediakan perawatan yang optimal untuk pasien-pasien yang terinfeksi virus corona atau COVID-19.
  • Mengidentifikasi serta mengurangi penularan virus corona atau COVID-19 dari hewan.
  • Mengatasi keparahan klinis, penularan, dan pengobatan yang belum diketahui.
  • Mengkomunikasikan dan Menginfomasikan setiap resiko ke semua komunitas serta melawan informasi yang salah.
  • Meminimalkan dampat sosial ekonomi melalui kemitran multikultural.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa akhir-akhir ini masyarakat diselimuti kekhawatiran karena penyebaran virus corona yang semakin luas. Infeksi yang disebabkan oleh virus corona sebabkan penderita menyalami gejala batuk, flu, demam, nyeri tenggorokan, sesak nafas bahkan kesulitan bernafas.

Baca juga : Cara Cepat Mengatasi Gagal Jantung

Link sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-01347407/update-virus-corona-hari-ini-5-maret-2020-italia-jadi-negara-kedua-dengan-jumlah-kematian-terbanyak

Share on:

Leave a Comment