Shadow

Pembuatan Paspor di Tengah Wabah Corona, Siap-siap Tidak Dilayani

Pembuatan Paspor di Tengah Wabah Corona, Siap-siap Tidak Dilayani. Di tengah merebaknya virus corona pembuatan paspor merupakan hal yang cukup sia-sia. Pasalnya situasi dalam negeri belum membaik dan belum kondusif.

Sehingga pemerintah melakukan upaya yakni menutup seluruh pintu masuk maupun keluar negeri. Hal ini guna mencegah penyebaran dari covid-19 yang kian hari kian bertambah.

Paspor sendiri memang cukup penting untuk perjalanan ke luar negeri. Paspor merupakan sebuah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh masing-masing negara dan tentunya memuat identitas seseorang. Baca juga: Inilah Gejala Corona Dari Waktu ke Waktu

Hal ini sebagai syarat mutlak diizinkannya seseorang untuk keluar negeri. Di bawah ini merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk permohonan pembuatan paspor :

  1. Menyiapkan e-KTP asli beserta fotokopinya (Harus hadir pula pemohon yang bersangkutan)
  2. Menyiapkan kartu Keluarga asli terbaru beserta fotokopinya.
  3. Menyiapkan akta kelahiran, ijazah (SD/SMP/SMA), surat/buku nikah, atau surat baptis asli beserta fotokopinya. Untuk dokumen untuk dokumen tersebut, pemohon hanya perlu memilih salah satunya saja, misalkan hanya akta kelahiran. Namun, perlu dipastikan pada dokumen tersebut sudah mencakup informasi mengenai nama pemohon, tempat & tanggal lahir pemohon, serta nama orang tua.
  4. Menyiapkan map dan materai 6000.

Layanan seputar keimigrasian pun dibatasi sesuai dengan surat edaran yang telah diberikan oleh Ditjen Imigrasi.

Selain itu, Ditjen Imigrasi tersebut juga mengizinkan pembebasan biaya pada perpanjangan masa tinggal maupun denda bagi warga negara asing (WNA) hingga wabah virus dinyatakan telah usai.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk menunda pengurusan paspor maupun perpanjangan ijin tinggal ke kantor imigrasi,” tutur Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim Pria Wibawa dalam rilis resmi, Selasa (24/3). Bac juga: Tindakan Pemerintah Atas Kasus 104 Orang Terpapar Corona.

Dalam surat yang ditandatangani pada 23 Maret 2020 lalu itu dijelaskan bahwa Kepala Kantor Imigrasi harus dan hendaknya membatasi pelayanan paspor.

Pelayanan pembuatan dan apapun yang terbilang tidak penting akan ditolak oleh kantor imigrasi. Pelayanan yang diberikan hanya seputar memprioritaskan kebutuhan mendesak melalui meja bantuan yang disediakan kantor imigrasi.

Layanan antrian paspor via online melalui Aplikasi (APAPO) pun sudah diberhentikan. Sehingga mau tidak mau beberapa orang yang ingin mengurus paspor harus ditunda sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Namun, yang pasti ketika wabah corona sudah mulai dapat dikendalikan maka pada saat itulah kantor imigrasi mulai mengaktifkan kembali layanannya. Baca juga: Jenis Olahraga Rumah Paling Menyenangkan Saat Bosan.

“Hanya orang sakit yang tidak bisa ditunda penanganannya atas rujukan dokter dan orang dengan kepentingan yang tidak dapat ditunda saja seperti anggota TNI yang pergi ke Tiongkok untuk mengambil peralatan medis saja yang bisa dilayani,” ujarnya.

Sementara itu, Warga Negara Asing (WNA) pun tidak perlu mengajukan permohonan izin tinggal sebab keadaan terpaksa dan tidak memungkinkan untuk kembali ke negara asal.

Apabila izin tinggal telah melewati batas waktu, maka tidak akan diberikan biaya tambahan. Sehingga, untuk WNA yang negara asalnya telah menerapkan lockdown, tidak perlu khawatir untuk segera menuju kantor imigrasi. Hal ini tentunya untuk kebaikan bersama.

“Hal ini agar tidak ada lagi penumpukan pemohon di kantor imigrasi karena banyak WNA yang tidak bisa pulang karena negaranya lockdown,” ucap dia.

Sehingga WNA yang dengan istilah terdampar mau tidak mau harus bersabar hingga virus corona mereda. Lihat juga: usir tikus cara tradisional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *