6 Penyakit Sering Terjadi Pada Anak dan Pencegahan

6 Penyakit Sering Terjadi Pada Anak dan Pencegahan. Sakit pada anak sering terjadi disebabkan karena sistem imunitas pada anak belum berkembang sempurna. Kondisi ini dapat menyebabkan anak rentang untuk terinfeksi baik virus maupun bakteri, sehingga hal ini menjadi tugas besar buat ibu untuk tetap menjaga kesehatan anak agar tumbuh kembangnya optimal.

Infeksi dapat menyerang anak terutama anak yang tidak mendapatkan asi ekslusif pada awal kehidupannya. Berikut beberapa penyakit yang sering muncul pada bayi dan anak :

1. Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus sering terjadi pada anak-anak. Dalam kasus itu, tidak ada obat khusus yang diperlukan. Sementara dalam kasus lain, sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh infeksi yang disebut streptokokus (radang tenggorokan).

Sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus tidak membutuhkan antibiotik. Oleh karena itu, strep tidak dapat didiagnosis secara akurat hanya dengan melihat tenggorokan. Namun, tes laboratorium atau tes radang cepat yang mencakup usap tenggorokan dengan cepat, dan diperlukan untuk memastikan diagnosis radang.

Jika hasil dari tes laboratorium bernilai positif untuk radang, maka dokter anak Anda akan meresepkan antibiotik. Sangat penting bagi anak Anda untuk minum antibiotik sepenuhnya, sesuai resep, walaupun gejalanya membaik atau hilang. Karena obat steroid, seperti prednison bukan pengobatan yang tepat untuk kasus sakit tenggorokan.

Bayi dan balita jarang terkena radang tenggorokan, tetapi mereka lebih mungkin terinfeksi oleh bakteri streptococcus jika mereka berada di penitipan anak, atau jika saudara yang lebih tua menderita penyakit itu. Radang penyebar penyakit ini melalui batuk dan bersin, dan anak Anda juga bisa mendapatkannya dengan menyentuh mainan yang telah dimainkan oleh anak yang terinfeksi.

Namun, hal tidak membutuhkan antibiotik. Karena dalam kasus itu, tidak ada obat khusus yang diperlukan, dan anak Anda akan menjadi lebih baik dalam tujuh hingga sepuluh hari. Sedangkan dalam kasus lain, sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh infeksi yang disebut streptokokus (radang tenggorokan).

2. Pilek biasa

Pilek disebabkan oleh virus di saluran pernapasan bagian atas. Banyak anak kecil yang berada di penitipan anak, bisa menderita 6 hingga 8 pilek per tahun. Gejala pilek seperti pilek, hidung tersumbat, dan batuk bisa bertahan hingga sepuluh hari. Lendir hijau di hidung tidak secara otomatis bahwa antibiotik sangat diperlukan.

3. Infeksi Kulit

Penyakit infeksi kulit sebagian besar terjadi pada anak-anak, tes kulit pada anak mungkin diperlukan untuk menentukan perawatan yang paling tepat. Oleh karena itu, beri tahu dokter jika anak Anda memiliki riwayat MRSA, infeksi staph, atau bakteri resisten lainnya, bahkan jika ia telah terpapar dengan anggota keluarga lain atau kontak dengan bakteri resisten.

Pilek biasa tidak pernah membutuhkan antibiotik. Namun, jika dicurigai adanya infeksi sinus, dokter Anda akan dengan hati-hati memutuskan apakah antibiotik adalah pilihan terbaik berdasarkan gejala anak Anda dan pemeriksaan fisik.

4. Batuk

Batuk biasanya disebabkan oleh virus yang tidak sering membutuhkan antibiotik. Obat batuk tidak dianjurkan untuk anak usia 4 tahun ke bawah, atau untuk anak usia 4 hingga 6. Namun, secara konsisten ada beberapa orang yang menunjukkan bahwa obat batuk tidak bekerja pada kelompok usia 4 tahun dan lebih muda dan berpotensi menimbulkan efek samping yang serius.

5. Cacar Air

Cacar air adalah penyakit yang menyebabkan ruam lepuh yang gatal dan demam. Penyakit cacar sebagian besar sering terjadipada anak, dimana penyakit cacar dapat mengancam jiwa, terutama pada bayi, anak-anak, orang dewasa, dan orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah, bahkan anak-anak yang sehat dapat mengalami penyakati cacar air .Oleh karena itu, di usia dini sangat penting bagi orang tua untuk menjaga kesehatan anak.

6. Rubella

Rubella adalah penyakit yang disebarkan dengan batuk dan bersin. Hal ini sangat berbahaya bagi wanita hamil dan anak yang sedang berkembang. Jika seorang wanita hamil yang tidak divaksini dan terinfeksi dengan penyakit rubella. Maka dia bisa mengalami keguguran atau bayi akan mati setelah lahir. Oleh karena itu, pantikan Anda dan anak Anda terlindungi dari penyakit rubella dengan mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal.

Demikian artikel kesehatan tentang penyakit sering terjadi pada anak serta pencegahannya. Semoga bermanfaat ya.

Sumber

Baca juga : Penyebab Utama Infeksi Saluran Pernapasan Atas Anak

Share on:

Leave a Comment