Sembelit Pada Bayi Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sembelit Pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya – Sembelit atau yang disebut juga susah buang air besar, sering terjadi pada anak yang berusia kurang dari satu tahun. Proses pencernaan diawali dengan makan atau minum. Pada saat proses pengunyahan makanan akan bercampur dengan enzim di dalam mulut setelah itu masuk dalam pencernaan. Pada dasarnya pencernaan bayi kurang sempurna.

Banyak orang tua menghawatirkan sembelit atau buang air besar yang tidak teratur. Namun hal ini tidak bisa dianggap remeh pada orang tua bagaimana untuk mengatasi sembelit. Orang tua sering kali memperhatikan tingkah laku anaknya untuk mengetahui sembelit. Salah satu untuk mengetahui bayi sembelit yaitu minimal tiga kali dalam satu minggu. Selain itu bisa juga melihat kotoran bayi yang terlihat seperti butiran – butiran kecil dan keras.

Agar mempermudah mengatasi sembelit pada bayi, seharusnya orang tua terlebih dahulu mengetahui penyebab sembelit tersebut. Dengan mengenali kategori atau penyebab, dengan mudah orang tua untuk mengatasi sembelit pada bayi.

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.bundoo.com%2Farticles%2Fbaby-constipation-under-6-months-of-age%2F&psig=AOvVaw26U2jYvXeAeykv8eOt0Iky&ust=1584107855227000&source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCMjGueKLlegCFQAAAAAdAAAAABAE
Ekspresi bayi pict by bundoo

Penyebab Bayi Sembelit

1. Bayi yang masih minum ASI eksklusif jarang mengalami susah buang air besar, karena bayi mendapatkan nutrisi yang cukup. Bahkan, bayi yang hanya minum ASI tidak pernah mengalami sembelit. Sedangkan bayi yang hanya minum susu formula mengalami 4 sampai 5 kali buang air besar dalam satu minggu.

2. Pola buang air besar pada bayi bervariasi, salah satu penyebabnya yaitu jenis susu formula  yang dikonsumsi oleh bayi memiliki kandungan nutrisi yang cukup.

3. Bayi mengalami kekurangan cairan akan menjadikan kotoran kering atau keras, maka dari itu bayi mengalami sembelit atau susah buang air besar.

4. Jumlah serat yang kurang pada bayi yang sudah dikenalkan dengan makanan padat yang akan diberikan pada bayi. Kandungan nutrisi dan vitamin pada makanan yang diberikan pada bayi akan mempengaruhi kondisi padatnya kotoran bayi yang akan dikeluarkan.

5. Efek samping obat–obatan tertentu yang dikonsumsi oleh bayi akan mempengaruhi pencernaan bayi. Maka dari itu orang tua tidak boleh sembarangan memberikan obat – obatan yang akan diberikan pada bayi, seharusnya konsultasi terlebih dahulu pada dokter.

6. Pengeluaran cairan berlebihan, misalnya cuaca terlalu panas yang mengakibatkan bayi berkeringat.

7. Bayi mempunyai rutinitas yang rutin, seperti tidur, makan, bermain. Ketika ada perubahan rutinitas bayi bisa menjadi penyebab sembelit. Rutinitas bayi yang aktif tubuh bayi mengalami lelah sehingga susah tidur dan tidak nyaman

Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi

Mengatasi sembelit pada bayi perlu dibedakan sesuai dengan umurnya, berbeda dengan orang dewasa yang mempunyai kondisi fisik yang lebih baik.

Usia bayi kurang dari 6 – 12 bulan memerlukan penanganan sembelit seperti berikut :

  • Mengubah susu formula

Orang tua harus jeli memilih susu formula yang cocok untuk kondisi bayi. Jika orang tua merasa susah untuk memilih susu formula untuk bayi, maka konsultasikan kepada dokter untuk menyesuaikan susu formula yang cocok untuk bayi.

  • Memanfaatkan pelembut tinja

Untuk pelembut tinja harus konsultasi dengan dokter, cara mudah untuk menggunakan pelembut tinja tersebut dimasukkan ke susu formula.

Usia bayi 1 – 2 tahun memerlukan penanganan sembelit seperti :

  • Memberikan makanan yang akan tinggi serat

Makanan yang bersifat laktsatif atau pencahar alami paling efektif untuk mengatasi sembelit pada bayi. Makanan tinggi serat diambil dari sayuran, bisa juga diambil dari  buah – buahan. Selain itu roti gandum dan susu yang tinggi serat bisa membantu mengatasi sembelit pada bayi.

  • Membiasakan duduk di toilet

Untuk bayi yang sudah bisa berjalan, usahakan waktu buang air kecil duduk di taoilet. Kebiasaan seperti itu akan merespon keinginannya sendiri untuk buang air besar di toilet dengan cara duduk.

  • Berikan susu sapi

Pada bayi yang berusia 1 – 2 tahun diusahakan masih mengonsumsi ASI. Jika bayi anda sudah mengonsumsi susu formula, konsultasikan ke dokter untuk memilih atau menentukan dosis susu yang tepat.

Jika kondisi bayi tidak kunjung membaik, bisa diberikan obat laksatif yang berupa pencahar atau pelembut tinja. Namun untuk memberikan obat tersebut pada bayi, terlebih dahulu konsultasi pada dokter.

Sumber

Share on:

Leave a Comment