Shadow

Pengertian Physical Distancing Dan bedanya Dengan Social Distancing

Sebelumnya istilah social distancing begitu menggema dan diserukan ke seluruh penjuru dunia tak terkecuali di Indonesia. Istilah ini menuntut masyarakat untuk menjaga jarak antar orang. Harapannya untuk tidak terkena doplet dari orang lain yang barangkali terpapar virus corona.

Batas aman masih tetap yakni 1-2 meter dengan orang lain.

Perubahan istilah tersebut pertama kali dikemukakan oleh WHO dalam briefing pers pada Jum`at (20/03/2020). Baca juga: Hukuman Tepat Bagi Pelaku Predator Seks

“Kami mulai mengatakan physical distance karena kami ingin orang-orang tetap terhubung. Jadi, temukan cara untuk tetap terhubung secara sosial, bisa melalui berbagai media sosial agar tetap terhubung dengan orang lain karena kesehatan mental Anda sama pentingnya dengan kesehatan fisik Anda,” ucap Dr Maria Kerkhove, seorang ahli epidemiologi WHO, seperti dikutip laman IFL Science.

Senin lalu (23/3), Pemerintah Republik Indonesia juga memutuskan untuk mengubah istilah social distancing menjadi physical distancing. Hal ini diutarakan oleh Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam).

Istilah physicial distancing diterapkan karena masyarakat hanya terpisah berdasarkan jarak bukan sosial. Jadi harapannya masyarakat lebih sadar dan peka terhadap sekitar. Baca juga: Tempat Pasang Iklan Rumah Bertrafik Tinggi

Tetap membantu sekitar jika memerlukan bantuan. Bisa berupa uang, bahan makanan dan sebagainya. Untuk kebutuhan medis terkait bisa membantu untuk memberikan edukasi kepada keluarga atau masyarakat sekitar.

Jika memang terdapat orang yang memiliki gejala dan riwayat perjalanan yang diketahui, alangkah lebih baik segera menghubungi tenaga medis terkait.

Masyarakat Indoensia belum terbiasa dan masih perlu bersosialisasi dan bersatu secara visual. Menjaga jarak secara fisik berarti harus tinggal di rumah, kecuali untuk bekerja atau membeli bahan makanan.

Isolasi diri dari orang lain adalah cara untuk membatasi penyebaran covid-19. Hal ini memang penting mengingat kasus terpapar virus ini begitu cepat dan mungkin saja sudah berada di seluruh kota di Indonesia. Baca juga: Pengertian SEO

WHO menyarankan agar orang-orang menjaga jarak setidaknya paling dekat 1 meter dengan orang lain. Sebab penyebaran virus ini bisa terjadi pada cairan dalam tubuh seperti pada bersin, batuk, dan pilek.

Sehingga ketika ada seseorang yang terpapar dan kebetulan bersin atau batuk tanpa ditutup, besar kemungkinan virus corona tersebut akan menyebar kepada orang-orang sekitar.

Belum lagi jika seseorang yang terjangkit memegang berbagai benda seperti uang, pegangan tangga, dan barang-barang yang sering dipegang oleh orang lain.

Di lain pihak, belum banyak orang yang mengerti apa artinya social distancing. Ditakutkan timbul rasa khawatir, istilah ini bisa menyebabkan isolasi dan keterasingan sosial.

Pembatasan jarak fisik sangat penting untuk mencegah penyebaran covid-19. Apabila banyak orang tidak melakukan physical distancing, maka kasus positif covid-19 akan semakin banyak dari hari ke hari.

Selain mengikuti pedoman physical distancing, langkah-langkah pencegahan lainnya pun bisa dilakukan. Seperti rajin mencuci tangan, menutup mulut saat hendak batuk dan bersin.

Sebisa mungkin untuk menghindari menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Hal ini perlu edukasi yang serius kepada masyarakat dan harus tetap dipatuhi. Lihat juga: usir tikus dengan buah mengkudu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *