Marketing

Strategi Pemasaran Yang Efektif Dan Efisien Untuk Perusahaan

Strategi Pemasaran Yang Efektif Dan Efisien. Marketing merupakan sarana untuk memperoleh berbagai macam bentuk pasar, yang dapat digunakan untuk menentukan target pembeli yang cocok, supaya menjadi customer dari suatu produk dan jasa yang ditawarkan.

Penggunaan strategi marketing juga berkesinambungan dengan bagaimana cara perusahaan untuk mengembangkan produk yang didapatkan dari kritikan, saran, hingga keluhan dari pasar/customer.

Tak ayal strategi marketing merupakan kegiatan yang paling sibuk dan rumit di dalam suatu perusahaan konvensional. Terlebih di era digital 4.0 yang telah berkembang jauh lebih pesat di Indonesia.

Perusahaan berlomba-lomba menggunakan kesempatan digital untuk menarik minat pelanggan agar selalu membeli dan menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.

Digital Marketing merupakan salah satu jenis perusahaan yang berkecimpung di dunia marketing internet. Banyak sekali pengguna akses pengiklanan yang menggunakan jasa para perusahaan digital marketing dari yang besar hingga yang lokal dan independent.

Hal ini membuat semakin banyaknya jenis cara pemasaran yang ditawarkan di dunia digital. Perusahaan harus melaksanakan cara ini agar mendapatkan eksposur dan juga eksistensi di dunia digital.

Strategi Pemasaran Yang Efektif Dan Efisien

Berikut Strategi Pemasaran Yang Efektif Dan Efisien untuk perusahaan yang ingin berkembang lebih baik.

1. Lakukan Analisis SWOT

SWOT merupakan singkatan dari Strenght (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunities (Kesempatan), dan juga Threats (Ancaman). Keempat elemen ini sangat menentukan bagaimana anda dapat menentukan karakteristik dalam perusahaan anda.

Analisis ini memberikan efek yang signifikan dibidang kemampuan para stakeholder untuk melaksanakan kegiatan pemasaran dari arah manapun. SWOT dijabarkan dalam 4 karakteristik yaitu;

  • Strenght dapat dianalisis menggunakan kemampuan internal, sumber daya, dan faktor kemampuan dari dalam perusahaan demi membantu terjadinya sistem perusahaan yang sustain.
  • Weakness merupakan kelemahan-kelemahan apa yang terjadi di dalam perusahaan, kelemahan ini dapat dilihat dengan cara pandangan perusahaan terhadap pengaruh pengaruh apa yang membuat bisnis tidak berjalan secara sehat, elemen kelemahan ini hanya dapat dianalisis melalui sektor internal, karena kelemahan pasti berasal dari dalam perusahaan (internal).
  • Opportunities merupakan peluang yang dapat dianalisis oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan lebih daripada kegiatan bisnis konvensional biasanya. Hal ini dapat ditentukan melalui berbagai macam analisis stakeholder dan juga kebutuhan dari para pelanggan yang dituju.
  • Threat atau ancaman, ancaman ini merupakan suatu kelemahan yang muncul akibat dari faktor luar, misalkan competitor, atau adanya kekurangan pasokan sumber daya dan lain sebagainya, perusahaan harus mampu melihat ancaman yang nyata untuk kemudian dihindari demi mendapatkan keuntungan dalam segi strategi dan operasional.

Cek artikel ini untuk memulai analisis SWOT >>> Panduan Membuat Analisis SWOT.

2. Tentukan Segmen Market yang Dikuasai

Market atau pasar dibedakan menjadi 2 yaitu Niche Market dan juga Mass Market. Pengertian keduannya adalah saling berkebalikan.

  • Niche Market merupakan target pasar tertentu yang memiliki segmen tersendiri, misalkan Kolektor Mainan Langka, Kolektor Jam Tangan Mewah, hingga Penikmat Musik Klasik, Punk, bahkan Metal. Mereka semua merupakan representasi dari Niche Market dalam segi segmen pasar.
  • Mass Market merupakan target pasar yang dapat dimonopoli. Target pasar ini merupakan pasar yang selalu memiliki kebutuhan primer akan produk yang anda tawarkan. Contoh dari Mass Market adalah Pengguna Bahan Bakar Motor, Pengguna Pulsa, ataupun penikmat makanan dan juga penikmat air putih.

Seluruh produk yang mereka gunakan tidak dapat digantikan dengan apapun, dan hampir keseluruhan dari produk yang digunakan adalah produk utama untuk menunjang kehidupan manusia.

Jadi untuk Langkah kedua untuk menentukan Strategi Marketing, anda harus melaksanakan pemiliihan target pasar. Agar strategi yang akan digunakan dalam perusahaan tidak bertabrakan dengan kepentingan pasar.

3. Menetapkan Target Pasar

Melaksanakan Langkah ini merupakan sesuatu hal yang besar. Pengorbanan kadang harus dilakukan untuk awal pengerjaan strategi marketing. Pengusaha harus tau produk apa dan bagaimana yang diperlukan oleh pasar sebelumnya.

Menetapkan target pasar dilakukan setelah evaluasi besar-besaran dari menentukan Segmen Market tadi. Penetapan dari target pasar ini juga berdasarkan strategi untuk membangun hubungan yang baik dengan para pelanggan.

Dua tipe target pasar yang dapat digunakan oleh perusahaan besar. Yakni :

  • Target pasar dengan pemenuhan full seluruh kebutuhan. Biasanya tipe target pasar ini dilakukan perusahaan besar.
  • Target pasar perusahaan kecil seperti perusahaan lokal, dapat dilaksanakan dengan pemenuhan segelintir kebutuhan khusus yang kemudian dapat digunakan sebagai senjata pemuas pelanggan dengan fokus terbaik (Niche Market).

4. Lakukan Pasar Pembeda (Diferensiasi Pasar)

Fungsi dari pembeda atau diferensiasi pasar adalah demi meluasnya jenis-jenis produk atau jasa yang hadir di lingkaran pasar sejenis.

Dengan diferensiasi pasar, perusahaan diwajibkan mampu memiliki kemampuan untuk membuat produk pembeda untuk setiap segmen pasar yang telah ditentukan diawal tadi.

Diferensiasi pasar dapat dilaksanakan dengan dua keputusan, yaitu keputusan menjadi market leader dan menjadi penjual produk lain di pasaran namun dengan metode yang berbeda.

Apabila produk atau jasa yang Perusahaan jual tetap sama dengan para pemilik bisnis serupa, maka dapat dipastikan konsumen tidak memiliki alasan dan juga kemampuan yang kuat untuk menemukan pasar yang anda targetkan sebelumnya.

5. Lakukan Strategi Marketing Mix

Persaingan dalam dunia berbisnis memanglah sangat ketat. Pengusaha diwajibkan jeli dalam mengambil keputusan strategi pemasaran.

Penggunaan strategi pemasaran pada hakekatnya adalah bagaimana perusahaan mampu menembus seluruh halangan dan rintangan untuk bertemu dengan customer tetap untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Dengan demikian, diharapkan pengusaha siap menghadapi persaingan.

Untuk itu diperlukan pertimbangan yang sangat komplek untuk menentukannya. Salah satu strategi pemasaran yang dapat dilakukan untuk mengambil keputusan adalah Marketing Mix atau campuran pengelolaan pasar.

Marketing Mix merupakan segala hal yang dapat mempengaruhi keputusan akan permintaan atas produk dari pelanggan ke perusahaan. Marketing mix merupakan Teknik campuran 7P untuk mendalami bagaimana permintaan pasar dapat terbentuk.

Baca juga : Peran Penting Marketing Mix Dalam Proses Penjualan

Memahami Strategi Marketing Mix 7P

Strategi 7P ini terdiri dari Product, Price, Promotion Place, Participant, Process, dan juga Physical Evidence. Ke 7P tersebut harus digunakan sebaik mungkin untuk dapat diaplikasikan dalam strategi pasar perusahaan. 7P dalam Marketing Mix dijabarkan dibawah ini:

1. Product ( Produk )

Unsur pertama ini mewajibkan anda para pengusaha untuk menentukan produk atau jasa apa yang dapat perusahaan tawarkan kepada target pasar anda.

Sesi product ini mewajibkan ada dapat memastikan bahwa produk yang anda jual memang berkualitas dan dapat bersaing secara visual.

Pengusaha dapat melakukan riset untuk mencari tahu produk apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Dengan riset seperti ini pula para pengusaha dapat memberikan perbandingan dengan produk-produk yang ada diluar sana.

2. Price ( Harga )

Price merupakan harga yang terbaik yang dapat digunakan untuk membeli produk yang anda tawarkan. Price dapat ditentukan dengan cara penentuan HPP, Modal, dan faktor-faktor lainnya.

Kombinasi harga dari Barang dan Jasa yang anda tawarkan terhadap target pasar harus disebut seimbang agar tidak terjadi kerancuan dalam persaingan produk di pasaran.

Tentukan harga dengan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah yang berguna untuk menjaga Kesehatan keuangan perusahaan yang anda miliki.

3. Promotion ( Promosi )

Promosi merupakan sarana yang dapat dilakukan oleh perusahaan demi memperkenalkan produk yang dimiliki. Promotion menghadirkan Produk Knowledge yang harus diberikan kepada para customer di pasaran.

Aktivitas promosi harus dilakukan secara gentle, clean, dan juga persuasive sehingga para customer tidak merasa terancam atau takut.

Lakukan promosi dengan smooth dengan menyinggung kebutuhan-kebutuhan apa yang dibutuhkan oleh para customer.

Selain memperkenalkan produk dan jasa anda, anda juga bisa mendapatkan data dan informasi terkait pasar atau market anda saat melaksanakan promosi.

Lihat cara membuat promosi online efektif di artikel Contoh Iklan Online Terbaik Untuk Bisnis Anda.

4. Place ( Tempat )

Tempat atau lokasi adalah salah satu faktor terbaik untuk melakukan penjualan dan melakukan strategi marketing. Lokasi penjualan dapat ditentukan melalui dimana target pasar yang telah anda tentukan sebelumnya. Lokasi ini dinilai harus strategis demi memenuhi kebutuhan para customer yang anda miliki.

5. Participant ( Peserta )

Partisipasi merupakan kegiatan semua orang yang ada di dalam perusahaan, entah itu pekerja, penjual, distributor, bahkan para pembeli.

Partisipan disini merupakan setiap bagian orang yang masuk dan memiliki kepentingan di dalam dan diluar marketing yang anda lakukan.

Stakeholder participant yang dimiliki perusahaan harus dijaga penuh dengan keuntungan-keuntungan dan juga pemenuhan kewajiban yang baik demi pemilihan andil yang besar dalam penentuan strategi pemasaran

6. Process ( Proses )

Proses adalah strategi bagaimana mengelola market strategi di dalam perusahaan. Atau dengan kata lain pelaksanaan managerial.

Para pengusaha harus sangat memperhatikan hal ini karena Marketing Mix tidak dapat terjadi dengan baik apabila dilakukan seorang diri atau one man show. Para pengusaha diwajibkan pula bergantung pada proses pengambilan keputusan yang baik.

Selain itu proses juga mewajibkan anda para pengusaha untuk memberikan service atau layanan terbaik terhadap para konsumen dan juga pihak-pihak terkait yang memberikan bantuan untuk mengelola seluruh kegiatan perusahaan.

7. Physical Evidence

Merupakan bukti atas lingkungan fisik yang digunakan untuk melaksanakan marketing mix perusahaan. Dengan bukti fisik yang ada, target konsumen yang disasar oleh perusahaan akan dengan mudah mengenal produk dan juga nama perusahaan yang mereka gunakan.

Salah satu contoh yang paling nyata untuk penggunaan physical evidence adalah symbol, nama brand, asset brand seperti kantor, mobil, billboard dan lain sebagainya.

Bukti fisik perusahaan tentunya meningkatkan kegiatan marketing mix demi memenuhi rasa penasaran para calon pelanggan yang anda sasar.

Marketing mix dapat dilakukan oleh perusahaan manapun dengan bermodal 7P diatas, namun perlu diketahui marketing mix bukan pula satu-satunya cara untuk memberikan efek instant terhadap usaha anda.

Berikan dominasi dan juga determinasi anda sebagai pengusaha untuk menyajikan pengetahuan seputar produk anda dengan cara apapun, dimanapun, dan kapanpun tanpa menyerah.

Karena hal tersebut juga merupakan metode Rough Marketing yang dapat digunakan demi pelaksanaan kegiatan penjualan perusahaan.

Kuatkan tekat dan mental anda dalam melaksanakan strategi marketing demi mencapai kesuksesan dan temukan pasar anda sendiri.

Begitulah tahapan-tahapan yang dapat digunakan untuk menentukan Strategi Pemasaran Yang Efektif Dan Efisien Untuk Perusahaan.

Strategi marketing memiliki banyak kelebihan dan kekurangan, tinggal bagaimana cara anda para pengusaha sukses untuk menentukan minat dan kemampuan demi mencapai target ataupun mencapai kepuasan pelanggan tertentu yang anda inginkan.

Strategi Marketing tidak boleh dianggap remeh, karena hal tersebut merupakan keputusan finansial yang sangat penting demi kemajuan perusahaan kedepannya.

NB : Artikel berhubungan dengan artikel Cara Simpel Memasarkan Produk Di Internet.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Articles

Back to top button