TIPS MENCEGAH HIPOGLIKEMIA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS

Tips Mencegah Hipoglikemia Pada Penderita Diabetes Mellitus- mungkin sebagian dari kita tidak asing dengan istilah hipoglikemia, namun tidak sedikit juga dari kita yang sering mengabaikan bahkan tidak tahu apa itu hipoglikemia. Hipoglikemia sangat erat kaitannya dengan diabetes melitus.

Baca juga : Penyebab Diabetes Mellitus Dan Cara Pencegahan

Menurut badan organisasi kesehatan Internasional WHO Diabetes melitus (DM)  atau disebut diabetes saja yang merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif.

Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah. Akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah (hiperglikemia).

Glucosa atau gula darah merupakan sumber energi utama dalam tubuh. Glucosa diproduksi oleh salah satu organ tubuh yaitu liver, namun glucosa juga didapatkan dari makanan yang mengandung karobohidrat seperti, nasi, roti, kentang dll.

Ketika kadar gula dalam tubuh kita rendah maka tubuh akan kekurangan energi untuk melakukan aktivitas sehingga tubuh cenderung lemas.

Apa itu hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah kondisi dimana kadar gula darah dalam tubuh sangat rendah dan berada dibawah normal. Kadar gula darah normal berkiran antara 70-100 mg/dl. Namun pada kondisi hipoglikemia seseorang dapat mengalami penurunan kadar gula darah hingga kurang dari 70mg/dl.

Hipoglikemia yang terlambat ditangani dapat menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, hingga keruskan permanen pada sel-sel otak.

Tanda dan gejala yang umum terjadi pada kondisi hipoglikemia adalah sebagai berikut:

  • Jantung berdetak cepat (palpitasi)
  • Kelelahan
  • kegelisahan
  • kepala terasa ringan
  • iritabilitas
  • kesulitan berbicara
  • bibir kesemutan
  • tremor
  • keringat berlebih
  • mual dan muntah
  • kebingungan mental

Kondisi hipoglikemia rentag terjadi pada penderita diabetes karena penggunaan obat-obat anti diabetes dan insulin yang tidak benar atau melebihi dosis.

Meskipun seringkali dikaitkan dengan penderita diabetes, hipoglikemia juga dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat diabetes mellitus. Kondisi ini dapat terjadi pada dua hal yaitu:

  1. hipoglikemia reaktif
  2. Hipoglikemia puasa (Fasting hypoglycemia).

Hipoglikemia reaktif

Dapat terjadi pada saat post-prandial dalam rentang waktu kurang lebih 4 jam, hal ini disebabkan gangguan enzim tertentu seperti intoleransi fruktosa dan pasca operasi saluran cerna atas yang menyebabkan peningkatan absorbsi glucosa di usus sehingga insulin akan diproduksi secara berlebihan.

Hipoglikemia puasa (fasting hypoglycemia)

Dapat disebabkan penyakit tertentu yang mengganggu metabolisme glukosa seperti tumor dan gangguan hormon. Hipoglikemia juga dapat terjadi pada kondisi seperti gagal jantung, penyakit ginjal dan liver.

Hipoglikmi juga dapat terjadi karena penggunaan obat obat tertentu seperti golongan antibiotik kuinolon, golongan kuinin, penyekat beta, ACE Inhibitor dan tramadol.

Selain itu konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat  menurunkan gluconeogenesis sehingga menyebabkan hipoglikemia.

7 Tips untuk mencegah hipoglikemia pada penderita diabetes mellitus?

Berikut ini beberapa tips untuk mencegah agar tidak terjadi hipoglikemia

  1. Tidak melewatkan atau menunda makan.
  2. Mengkonsumsi obat anti diabetes atau insulin dengan benar dan tepat waktu sesuai petujut dokter dan apoteker anda.
  3. Selalu bawa cemilan atau makan manis.
  4. Konsumsi cemilan yang mengandung karbohidrat sebelum tidur untuk menghindari gula darah turun terlalu rendah saat kita tidur.
  5. Pantau dan catat kadar gula darah secara berkala serta kenali tanda dan gejala hipoglikemia. Pemantauan ini adalah satu-satunya cara untuk memastikah bahwa gula darah dalam rentang yang normal dan aman.
  6. Batasi konsumsi miuman beralkohol dalam keadaan perut kosong
  7. Lakukan olah raga ringan saja dan jangan lupa mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat untuk menghindari resiko terjadinya hipoglikemia.

Pada pasien yang mengalami gejala hipoglikemia namun tidak ada riwayat diabetes mellitus pencegahan dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi cemilan manis sesekali waktu.

Hipoglikemia dapat menyebabkan penurunan kesadaran sehingga membutuhkan perawatan darurat, pastikan keluarga, teman, dan rekan kerja tau apa yang harus dilakukan.

Jika gejala hipoglikemia sering terjadi datanglah kedokter untuk mengevaluasi hasil pengobatan, mungkin diperlukan pengganti obat atau penyesuaian dosis pada program pengobatan diabetes yang dijalani.

Sumber artikel

  • Fajans SS, floyd JC. Fasting hypoglycemiain adulth.NEJM. 1976.
  • Eckert-norton M, kirk S. Non-diabetic hypoglycemia. Journal of clinicical endocrinology and metabolis.
  • Hypoglicemia. https://mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglicemia/symptoms-causes/syc-20373685. Diakses tanggal 4 maret 2020.
  • Lacy, C.H., Armstrong, L.L., Goldman, M.P., Lance, L.L., 2009. Drug Information Handbook: A Comprehensive Resource for all Clinicians and Healthcare Professionals. 17th Edition. Lexi-Comp.
Share on:

Leave a Comment