Finansial

Trik Trading Untuk Pemula Agar Tidak Rugi Main Saham

Belajar trading identik dengan mendapatkan keuntungan dalam jumlah yang fantastis, tapi juga tidak sedikit yang mengalami kerugian dalam jumlah yang besar.

Banyak pemula saham yang masih memiliki pengetahuan yang minim mengenai dunia trading sehingga berakhir merugi dalam jumlah yang besar bahkan sampai harus berhutang.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total investor saat ini sebagian besar berasal dari kaum milenial. Banyak generasi muda saat ini yang tergiur dengan keuntungan besar dari trading saham.

Namun, trading juga tidak menjanjikan keuntungan yang stabil terus menerus, melainkan membutuhkan ilmu dan skill yang cukup, untuk bisa memahami pola pergerakan harga, sehingga tidak menghasilkan penafsiran yang salah dalam membeli dan juga menjual saham.

Definisi Trading Saham

Trading saham adalah kegiatan perdagangan saham, dengan produk berupa saham yang diperjualbelikan oleh beberapa pihak, untuk mendapatkan keuntungan.

Transaksi jual-beli saham ini dapat dilakukan oleh siapapun, yang sudah memiliki rekekening saham di suatu sekuritas.

Proses trading sendiri hanya dapat dilakukan pada saat jam bursa saham.

Jangka waktu trading setiap trader juga bervariasi, tergantung pada jenis trading yang dilakukan, apakah trader melakukan trading dalam hitungan jam, hari, minggu, bulan, ataupun tahun.

Saham diibaratkan seperti barang yang diperdagangkan akan mengalami kenaikan, dan penurunan harga, tergantung jumlah permintaan dan penawaran yang ada di pasar saham.

Konsep trading sendiri sama seperti perdagangan pada umumnya, jika jumlah permintaan tinggi dan ketersediaan barang terbatas, maka harga akan naik.

Hal yang sama juga berlaku di dunia saham, ketika harga suatu saham sedang naik, maka trader mulai melakukan transaksi untuk mendapatkan keuntungan.

Namun, perdagangan di pasar saham memiliki perbedaan yang sangat jelas, dibandingkan dengan perdagangan pada umumnya.

Sehingga sebagai seorang pemula yang ingin mencoba trading, kalian harus memahami dulu istilah-istilah dan juga teknik yang digunakan dalam trading.

Istilah yang digunakan di dalam Trading

Sebelum memulai trading, seorang trader harus memahami istilah-istilah yang ada di pasar saham, agar tidak mengalami kebingungan ketika bertransaksi.

Berikut ini adalah beberapa istilah yang ada di pasar saham.

  • Running trade (transaksi berjalan). Pengertian running trade adalah istilah yang menunjukkan transaksi perdagangan saham, yang sedang berjalan di bursa saham seluruh Indonesia secara real time.
  • Bid. Pengertian bid adalah istilah yang digunakan oleh pihak pembeli, saat melakukan penawaran harga beli saham di kolom beli saham.
  • Offer. Pengertian offer adalah istilah yang digunakan oleh pihak penjual, saat melakukan penawaran harga jual saham di kolom jual saham.
  • Harga tertinggi adalah harga tertinggi saham dalam satu hari.
  • Harga terendah adalah harga terendah saham dalam satu hari.
  • Portfolio adalah daftar saham yang dimiliki.
  • Buy adalah fitur untuk membeli saham yang digunakan, jika ingin membeli saham.
  • Sell adalah fitur untuk menjual saham yang digunakan, jika ingin menjual saham.
  • Order list adalah kolom daftar transaksi pribadi, yang sedang berlangsung baik antrean untuk transaksi yang sudah, ataupun belum terjadi.
  • Amend adalah fitur untuk mengubah order. Misalnya, jika awalnya kalian memasang harga order jual saham pada harga Rp 5.000 sebanyak 50 lot, lalu kalian ingin mengubah harga jualnya, maka kalian harus melakukan amend untuk mengubah harga jualnya.
  • Withdraw yaitu fitur untuk membatalkan antrean order jual/beli yang sudah diinputkan.
  • RG adalah pasar reguler.
  • Lst/last adalah harga terakhir yang dipergangkan dalam pasar.
  • Hi/high adalah harga tertinggi yang diperdagangkan pada hari itu.
  • Lo/low adalah harga terendah yang diperdagangkan pada hari itu.
  • Open adalah harga pembukaan saham tersebut pada hari itu.
  • Close adalah harga penutupan saham tersebut, pada perdagangan sehari sebelumnya.
  • Chg/change adalah selisih perubahan harga dari harga kemarin dan hari ini.
  • Stock adalah kode saham yang akan dibeli
  • Price adalah harga beli
  • Lots adalah jumlah saham (1 lot = 100 lembar saham)
  • Amount adalah total nilai pembelian (harga x lot) belum termasuk fee transaksi broker.
  • Limit adalah batas maksimum transaksi yang diperbolehkan dan terisi secara otomatis oleh sistem.
  • Klik adalah send atau OK setelah semua kolom terisi.

Apa saja yang harus diketahui sebelum trading?

Ada beberapa hal yang harus kalian ketahui, sebelum kalian yakin untuk terjun ke dunia trading saham. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus kalian jawab dulu, sebelum kalian memutuskan untuk terjun ke dunia trading.

Pertama, apakah kalian memiliki waktu yang cukup?

Menjadi seorang trader harus meluangkan waktunya, untuk mengikuti pergerakan harga di pasar saham, agar bisa menentukan kapan haru membeli dan menjual sahamnya.

Terutama jika kalian ingin menjadi seorang trader jangka pendek, maka kalian harus memiliki waktu luang, untuk bisa melakukan trading dengan maksimal.

Kedua, apakah kalian sudah siap menanggung kerugian?

Sama seperti semua bisnis pasti ada untung dan rugi. Namun, jika kalian tidak siap dengan kerugian yang tidak terduga, dan bisa terjadi kapanpun, maka sebaiknya kalian tidak melakukan trading dulu, karena risiko terbesar dari trading adalah kerugian yang tidak terduga.

Ketiga, apakah kalian sudah menyiapkan cashflow yang jelas?

Trading sama seperti berbisnis pada umumnya, yaitu sama-sama membutuhkan modal. Supaya modal yang dimiliki bisa diawasi, dan dikontrol, maka perlu dilakukan pengaturan cashflow, atau aliran dana.

Sehingga kalian bisa mengetahui, dana yang kalian miliki akan digunakan untuk apa saja. Sebagai trader saham, buatlah pengaturan cashflow secara berkala, menyesuaikan dengan jangka waktu trading yang dilakukan.

Level Trader Saham

Seorang trader saham, dapat dikategorikan menjadi 4 jenis level berdasarkan strategi yang digunakannya. Keempat level trader saham tersebut yaitu trend following trader, swing trader, day trader, dan intraday trader.

  1. Trend following trader. Pengertian trend following trader adalah seorang trader yang melakukan trading pada saham-saham, yang sedang trend naik, atau uptrend. Trader jenis ini biasanya bersifat jangka pendek, karena hanya mengikuti trend saham yang ada pada saat itu.
  2. Swing trader. Pengertian swing trader adalah trader yang mengambil keuntungan, ketika harga saham naik atau turun dengan cara menjualnya. Swing trader memiliki jangka waktu pendek, yaitu mulai dari harian sampai bulanan.
  3. Day trader. Pengertian day trader adalah seorang trader yang melakukan trading secara harian. Trader jenis ini hanya mengambil keuntungan dalam jumlah kecil saja, yaitu sekitar 3-5%, dan jenis saham yang biasanya diperdagangkan adalah saham-saham gorengan, yang mudah mengalami fluktuasi harga dan volume perdagangan.
  4. Intraday trader hampir sama dengan day trader, Pengertian intraday trader adalah trader yang melakukan trading dalam waktu yang lebih singkat, yaitu dalam hitungan menit hingga jam saja, dengan keuntungan yang sangat tipis yaitu 0,5%-2%.

Cara Transaksi Saham

Setelah kalian mengetahui istilah-istilah di atas, selanjutnya kalian harus memahami bagaimana cara bermain saham dengan benar.

Untuk membeli atau menjual saham, kalian harus menentukan harga yang kalian inginkan, untuk dibeli ataupun dijual dan masuk ke dalam antrean beli/jual.

Sebagai contoh, jika kalian ingin membeli saham ABCD pada harga Rp 1.050 sebanyak 50 lot, maka kalian harus melengkapi isi kode saham, yaitu dengan kode saham ABCD, kemudian order yang kalian lakukan yaitu buy jika kalian ingin membeli, dan sell jika kalian ingin menjual, harga saham yang kalian ingin jual/beli, dan jumlah lotnya.

Jika pada saat itu harga tertinggi offer saham ABCD adalah pada harga Rp 1.090 yaitu lebih tinggi daripada harga bid kalian yaitu Rp 1.050, maka orderan kalian akan masuk dalam antrean beli, dan akan done atau selesai jika harga offer mencapai Rp 1.050. Hal yang sama juga terjadi sebaliknya untuk order sell jika kalian ingin melakukan order jual saham.

Jika kalian inign segera mendapatkan saham ABCD, maka kalian bisa memasang harga bid/beli pada harga yang sama, atau lebih tinggi dari Rp 1.090, dan sering dikenal dengan istilah “buang kanan”.

Sedangkan jika kalian sedang menjual saham, dan ingin agar saham kalian segera terjual, maka kalian harus memasang harga offer atau harga jual pada harga yang sama atau lebih rendah daripada harga bid/beli yang sering disebut dengan istilah “buang kiri”.

Strategi Jual dan Beli Saham

Seorang trader harus mampu mengambil keputusan kapan harus membeli saham untuk bisa mendapatkan keuntungan. Berikut ini adalah beberapa contoh strategi pembelian saham yang biasa digunakan oleh para trader.

  • Buy on weakness yaitu strategi pembelian saham, ketika harga saham sedang turun.
  • Buy on retracement yaitu strategi pembelian saham, ketika terjadi breakout atau harga bawah. Saham yang mengalami breakout, biasanya akan mudah mengalami kenaikan harga yang sangat jauh, dari sebelum terjadinya breakout.
  • Buy if/on breakout yaitu strategi pembelian saham, ketika terjadi pelonjakan harga saham yang berhasil menembus level harga tertentu.

Sedangkan, untuk menentukan kapan harus menjual saham, trader juga harus menentukan strategi jual yang tepat. Seperti :

Trik Mengatasi Saham Nyangkut

Dalam dunia trading maupun investasi terdapat peluang mengalami kerugian. Hal ini juga dapat dialami oleh trader, yang sudah melakukan strategi pembelian saham sesuai dengan cara di atas.

Ketika saham yang dibeli, dan sudah diperkirakan akan mengalami keuntungan namun malah bergerak sebaliknya yaitu harganya menjadi turun, maka trader harus mengambil keputusan, untuk mengurangi kerugian agar tidak sampai terjadi kerugian besar.

Berikut ini adalah strategi untuk mengatasi saham nyangkut alias saham yang tidak sesuai dengan analisis trader.

A. Cut loss

Pengertian cut loss adalah istilah ketika trader menjual saham, dengan harga jual yang lebih rendah, daripada harga belinya. Istilah ini dapat diartikan juga sebagai pengurangan risiko.

Cut loss ini perlu dilakukan, jika saham mengalami penurunan harga yang tidak terduga. Besarnya cut loss sendiri bervariasi, bisa mulai dari 5-7%, yang berarti ini adalah besarnya kerugian yang dialami oleh trader.

Untuk menentukan kapan harus melakukan cut loss, trader dapat menggunakan dua macam acuan yaitu titik support dan resistance.

  1. Titik support adalah titik-titik harga terendah yang disentuh oleh saham yang membentuk suatu garis jika dihubungkan.
  2. Titik resistance adalah titik-titik kumpulan dari harga tertinggi saham.

Jika harga saham menembus ke bawah garis support, maka harga saham akan memasuki trend turun, maka sebaiknya di sini trader melakukan cut loss, agar tidak mengalami kerugian lebih jauh.

Sedangkan jika harga saham menembus titik resistance ke bawah, maka harga saham akan bergerak turun, sehingga trader sebaiknya memasang cut loss untuk mengurangi risiko kerugian.

B. Average Down

Strategi ini adalah cara untuk mengurangi risiko kerugian saham, dengan cara membeli saham ketika harganya sedang turun.

Ketika menerapkan strategi ini, trader melakukan pembelian dengan cara cicil beli, atau membeli saham dalam jumlah sedikit.

Hal ini dilakukan dengan tujuan, untuk meminimalisir kemungkinan jika harga saham mengalami perubahan arah gerak menjadi turun secara tiba-tiba.

Trader juga dapat melakukan pembelian saham, ketika harganya sedang turun, namun tetap dalam jumlah yang sedikit juga.

Strategi ini dikenal juga dengan sebutan Dollar Cost Averaging, dan cocok diterapkan pada saham-saham dengan kondisi fundamental yang bagus, sehingga pergerakan harganya dapat lebih stabil.

Analisis Harga Beli dan Jual Saham Secara Teknikal

Analisa teknikal sudah tidak asing lagi ketika sudah melakukan trading. Analisa teknikal ini merupakan senjata yang digunakan oleh trader, untuk membantu menentukan harga jual/beli, dan saat yang tepat untuk melakukan aksi beli/jual, dengan menggunakan data-data yang terekam pada perdagangan bursa, pada periode waktu tertentu.

Ketika mempelajari analisa teknikal, trader akan berhadapan dengan chart, atau grafik pergerakan harga saham.

Chart berguna sebagai data yang memberikan informasi kepada trader, bagaimana kondisi harga dari saham-saham perusahaan yang ada di BEI, dan membantu memprediksikan trend harga di masa mendatang, berdasarkan data-data di masa lalu.

Dalam melakukan analisis teknikal membutuhkan data-data yang terekam secara aktual, untuk mengurangi kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Asumsi yang membantu trader dalam melakukan analisi ada beberapa yaitu data pasar, tren, dan sejarah yang terulang.

1. Data pasar

Data pasar adalah kumpulan data seluruh transaksi yang terjadi di BEI, yang meliputi harga saham, dan volume transaksi. Trader dapat mengakses data-data ini, melalui aplikasi sekuritas sahamnya masing-masing, ataupun melalui website tradingview.

a. Harga Saham

Harga saham digambarkan di chart, sebagai diagram berbentuk garis, atau diagram batang yang dikenal juga dengan sebutan candlestick.

Harga saham yang turun, akan digambarkan dengan chart berwarna merah atau hitam, sedangkan harga saham yang naik akan digambarkan dengan chart berwarna hijau atau putih.

b. Volume Transaksi

Volume transaksi merupakan jumlah saham yang diperdangkan di BEI per harinya. Volume transaksi ditampilkan dalam satuan per lembar saham, dan memiliki chart yang terpisah dari chart harga saham, yaitu berada di bawah posisi chart harga saham.

Ada dua jenis volume yaitu volume jual yang berwarna merah, dan volume beli yang berwarna hijau.

2. Tren

Tren saham menunjukkan kondisi harga saham suatu perusahaan, apakah dalam kondisi tren naik (uptrend/bullish), tren turun (downtrend/bearish), atau tren sideways.

Seorang trader yang hendak melakukan transaksi baik jual ataupun beli, harus mengetahui tren dari saham yang akan ditradingkannya.

Menurut teori The Dow Theory oleh Charles H. Dow, tren dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu primary trendsecondary trend, dan minor trend.

  • Primary trend adalah pergerakan harga saham, dengan suatu trend yang dominan dalam durasi waktu yang cukup panjang.
  • Secondary trend merupakan pergerakan harga saham, yang berlawanan dari trend harga saham dalam primary trend.
  • Minor trend adalah fluktuasi pergerakan harga per harinya.

3. Sejarah yang Terulang

Seluruh data atau kejadian yang terjadi di pasar saham pada masa lampau, akan memiliki terulang kembali pada masa mendatang.

Hal ini disebut sebagai sejarah, yang dapat dimanfaatkan trader dalam mengenali pola pergerakan harga suatu saham.

Misalnya, saham ABCD memiliki titik resisten pada harga Rp 7.500 pada bulan Desember tahun lalu, maka kemungkinan titik resistennya juga berada pada kisaran harga yang sama pada bulan yang sama juga.

Data ini dapat menjadi petunjuk bagi trader, dalam mengambil keputusan terhadap suatu saham, berdasarkan data asli, bukannya berdasarkan tebak-tebakan yang tidak berdasar.

Alat bantu dalam analisa teknikal

Ketika melakukan analisa teknikal, ada dua tools yang harus dipahami oleh seorang trader yaitu chart dan support dan resistance.

1. Chart

Seorang trader harus terbiasa melihat chart saham secara rutin, untuk memahami pola-pola pergerakan harga dari suatu saham tertentu.

Chart berisikan kumpulan harga-harga saham, yang ditransaksikan setiap harinya. Chart saham dikeluarkan oleh BEI, sehingga sifatnya adalah sama dan resmi untuk seluruh wilayah Indonesia.

Chart dapat dilihat dari aplikasi sekuritas saham yang digunakan, ataupun melalui aplikasi seperti RTI dan juga website tradingview. Chart akan mengalami perubahan setiap harinya mengikuti pergerakan harga saham dari hari ke hari.

2. Support

Support adalah kondisi dimana harga saham akan mencapai suatu titik, dimana ia sudah tidak dapat turun lebih rendah lagi dari harga sebelumnya. Pada kondisi support ini, harga saham yang tadinya turun terus akan mulai berbalik naik.

3. Resistance

Resistance adalah kondisi dimana harga saham akan mencapai suatu titik, dimana ia sudah tidak dapat naik lebih tinggi lagi dari harga sebelumnya,. Pada kondisi resistance ini, harga saham yang sebelumnya naik terus akan mulai berbalik arah menjadi bergerak turun.

Support dan resistance adalah garis perbatasan harga terendah, dan tertinggi yang bisa dicapai oleh suatu saham.

Support dan resistance digunakan oleh trader sebagai batasan harga maksimal, yang bisa dicapai oleh saham, yang sedang berada dalam suatu tren dalam waktu yang cukup panjang.

Ketika saham berada pada kondisi support dan resistance, akan mengalami fase breakout, atau perubahan arah pergerakan harga.

Misalnya, saham ABCD sedang berada dalam tren naik selama 6 bulan berturut-turut, dan trader sudah mengalami keuntungan sebanyak 300% lebih, dan mulai merencanakan untuk segera menjualnya, maka trader akan menggunakan data resistance saham ABCD pada periode lampau.

Setelah mengetahui data resistance saham ABCD tahun lalu, kemudian trader yang ingin melakukan aksi jual terhadap saham tersebut, bisa mulai memasang harga pada titik resistance saham ABCD tersebut.

Hal ini bisa mengurangi risiko terjadinya pembalikan arah gerak saham ABCD, dari yang sebelumnya berada dalam tren naik menjadi tren turun yang akan mengurangi profit dari trader tersebut.

Hal yang sama juga bisa dilakukan, ketika saham berada dalam kondisi tren turun dan mulai mendekati garis supportnya.

Indikator Analisis Teknikal

Untuk memudahkan trader dalam melakukan keputusan aksi jual ataupun beli terhadap suatu saham, pada chart saham juga dilengkapi dengan adanya indikator, yaitu tools tambahan yang akan memberikan sinyal-sinyal, yang akan memudahkan trader untuk mengambil suatu keputusan.

a. Moving Average ( MA )

Moving average, atau disingkat sebagai MA adalah indikator yang memberikan data rata-rata harian harga saham, dalam periode waktu tertentu.

Rumus menghitung MA menggunakan rumus rata-rata pada umumnya.

Durasi waktu yang digunakan di MA oleh trader pada umumnya, yaitu MA 10, MA 30, MA 50, MA 100, dan MA 200. MA 10, berarti rata-rata harga saham selama 10 hari terakhir pada suatu periode waktu, dan seterusnya untuk MA 30, MA 50, MA 100, dan MA 200.

Biasanya dalam melakukan analisis teknikal, seorang trader akan menggunakan lebih dari satu jenis MA.

Misalnya MA yang digunakan adalah MA 50 yang diberi warna merah, dan MA 200 yang diberi warna biru.

Banyaknya jumlah MA yang digunakan bervariasi untuk setiap trader, karena tidak ada peraturan baku dalam menggunakannya.

Lalu bagaimana cara menganalisa harga saham akan turun atau naik dengan MA?

Caranya cukup mudah, yaitu dengan memperhatikan MA dengan angka, atau periode waktu yang lebih kecil berada di atas, atau di bawah MA dengan angka atau periode waktu yang lebih besar.

Jika MA dengan angka/periode waktu yang lebih kecil berada di atas MA dengan angka/periode waktu yang lebih besar, maka harga saham kemungkinan besar akan memasuki fase tren naik/uptrend.

Misalnya, jika MA 50 berada di atas MA 100, maka kemungkinan besar harga saham akan memasuki fase naik atau uptrend.

Sebaliknya, jika MA 50 berada di bawah MA 100 maka harga saham kemungkinan besar akan memasuki fase turun atau downtrend.

b. Moving Average Convergence Divergence ( MACD )

Indikator ini cocok digunakan untuk trading dalam jangka waktu yang pendek. Indikator MACD ini menunjukkan hubungan antara MA jangka panjang, dan jangka pendek dari suatu saham.

Indikator MACD digambarkan dengan garis berwarna pink, dan garis sinyalnya berwarna hitam.

Sinyal beli terjadi, ketika MACD menembus garis sinyal ke atas, sedangkan sinyal jual terjadi ketika MACD menembus garis sinyal ke bawah.

Garis MACD digambarkan dengan dua garis sejajar atas dan bawah, dengan celah atau gap diantaranya.

Semakin kecil gap dari kedua garisnya, maka semakin dekat dengan sinyal untuk jual/beli.

c. Stochastic

Indikator ini berupa dua garis berwarna merah dan biru, yang berada di dalam suatu daerah yang berwarna pink.

Dibatasi oleh dua garis atas dan bawah, garis atas menunjukkan angka 80, yang berarti saham sudah overbought atau menunjukkan sinyal jual.

Sedangkan garis bawah menunjukkan angka 20, yang berarti saham sudah oversold atau menunjukkan sinyal beli.

Overbought artinya adalah saham sudah jenuh beli, dan harga akan segera berbalik memasuki fase turun. Kondisi ini adalah saat yang harus dimanfaatkan oleh trader, untuk menjual saham-sahamnya yang sudah mencapai profit, dan juga untuk menghindari kerugian adanya perubahan arah gerak harga menjadi turun.

Oversold artinya adalah saham sudah jenuh jual, dan harga akan segera memasuki fase naik atau uptrend. Kondisi ini akan dimanfaatkan oleh trader, untuk membeli saham pada kondisi harga yang masih rendah, untuk nantinya dijual pada kondisi overbought.

Tips Analisis Teknikal

Analisis teknikal merupakan skill yang harus dikuasai oleh semua trader. Namun, dalam prakteknya penerapan analisis teknikal dapat bervariasi antar trader, karena teknik ini sifatnya subjektif.

Berikut ini adalah tips yang akan membantu kalian, untuk lebih menguasai analisis teknikal dengan lebih baik.

1. Berlatihlah mencari garis support dan resistance

Support dan resistance adalah patokan yang penting, untuk digunakan untuk mengurangi risiko pembalikan arah harga saham, yang bisa berpotensi merugikan trader.

Seorang trader pemula seringkali masih kebingungan, untuk menentukan garis support dan resistance, karena karakter chart setiap saham juga berbeda-beda.

Sering-seringlah berlatih mencari garis support dan resistance, agar insting trading kalian semakin tajam.

2. Kuasai beberapa indikator

Indikator dalam analisis teknikal ada banyak sekali, namun tidak semuanya harus diterapkan dalam melakukan trading.

Bagi pemula, sebaiknya kalian menguasai 2-3 indikator yang paling populer digunakan dulu, agar membiasakan pengalaman kalian dalam menggunakan indikator.

3. Belajar dari berbagai sumber

Saat ini sudah banyak sekali media untuk edukasi seputar saham, yang bisa kalian gunakan baik dalam bentuk video maupun buku.

Rajinlah mengikuti seminar edukasi saham, yang diadakan oleh sekuritas saham yang kalian gunakan untuk mengupdate ilmu, dan skill trading kalian.

Lihat juga : Tips Bermain Saham Untuk Pemula

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Articles

Back to top button